Benarkah Air Rebusan Mi Instan Harus Dibuang? Ahli Gizi Bongkar Faktanya

Menu Atas

Benarkah Air Rebusan Mi Instan Harus Dibuang? Ahli Gizi Bongkar Faktanya

Portal Andalas
Sabtu, 07 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Perbincangan mengenai kebiasaan membuang air rebusan mi instan kembali ramai di platform media sosial X. Topik ini memicu perdebatan di kalangan warganet tentang apakah air rebusan mi sebaiknya dibuang sebelum mi dikonsumsi. Sebagian pengguna media sosial beranggapan bahwa mengganti air rebusan mi dengan air baru dinilai lebih sehat. Mereka percaya langkah tersebut bisa membuat mi instan lebih aman untuk dimakan. “Aku juga begitu. Enggak tahu kenapa, tapi kalau masak mi instan, air rebusannya biasanya aku buang saat mi hampir matang, lalu direbus lagi. Setelah itu baru ditambah telur dan sayuran,” tulis akun @lie****** dalam unggahannya pada Selasa (14/10/2025). Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disetujui oleh semua orang. Ada pula warganet yang menilai kebiasaan itu hanya sekadar mitos yang tidak memiliki dasar yang jelas. Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik bagi kesehatan: membuang air rebusan mi instan atau tetap menggunakannya? Air rebusan mi instan dinilai aman Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa air rebusan mi instan sebenarnya tidak perlu dibuang. Ia menyebutkan bahwa mi instan yang beredar di pasaran telah melalui proses pengawasan ketat serta pengujian oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena itu, produk tersebut dinilai aman untuk dikonsumsi. “Jika memang ada kandungan yang berbahaya, tentu produk tersebut tidak akan lolos pengawasan BPOM,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Kompas.com pada Rabu (15/10/2025). Pandangan yang sama juga disampaikan oleh ahli gizi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Toto Sudargo. Menurutnya, kebiasaan membuang air rebusan mi instan dengan alasan agar lebih sehat atau aman tidak didukung bukti ilmiah. “Anggapan bahwa air rebusan mi harus dibuang hanyalah mitos. Air tersebut tetap aman dan tidak perlu dibuang,” kata Toto saat dihubungi secara terpisah. Ia menyarankan agar masyarakat mengikuti petunjuk penyajian yang sudah tercantum pada kemasan mi instan. “Mi instan memang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam menyiapkan makanan. Proses produksinya juga sudah melalui berbagai tahapan uji keamanan,” jelasnya. Disarankan menambah sayur dan protein Meski dinilai aman, Toto tetap mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsi mi instan, terutama jika dimakan tanpa tambahan bahan makanan lain. Ia menekankan pentingnya menambahkan sayuran serta sumber protein hewani, seperti telur atau daging, agar kandungan gizinya menjadi lebih lengkap dan seimbang. “Kami sebagai ahli gizi menyarankan agar mi instan dikonsumsi bersama sayur dan protein hewani seperti telur. Dengan begitu, dalam satu hidangan sudah terdapat karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin,” ujarnya. Selain meningkatkan nilai gizi, tambahan sayuran dan telur juga dapat membantu mengurangi kadar natrium klorida (NaCl) atau garam yang cukup tinggi pada bumbu mi instan. “Sayur dan telur yang ditambahkan bisa membantu menyeimbangkan kandungan garam yang tinggi dalam mi instan,” tambahnya. Dengan cara tersebut, Toto menilai mi instan tetap bisa menjadi pilihan menu yang lebih bernutrisi dan seimbang, selama dikonsumsi tidak terlalu sering dan dilengkapi dengan bahan makanan bergizi lainnya.

Baca Juga