Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Surat Kakaknya yang Berusia 12 Tahun Menggetarkan Hati

Menu Atas

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Surat Kakaknya yang Berusia 12 Tahun Menggetarkan Hati

Portal Andalas
Jumat, 06 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Seorang bayi ditemukan di dalam gerobak nasi uduk yang berada di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026) sore. Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang diketahui berinisial Z. Dugaan tersebut muncul setelah petugas menemukan sepucuk surat yang ditulis di secarik kertas. Surat itu berada di dalam tas belanja berwarna hitam yang diletakkan bersama bayi tersebut. Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa bayi yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru berusia sekitar dua hari. Perkiraan usia tersebut merujuk pada isi surat yang diduga ditulis oleh Z. “Bayi perempuan ini diperkirakan berumur dua hari berdasarkan keterangan yang tertulis dalam surat dari seseorang berinisial Z yang diduga dengan sengaja meninggalkan bayi tersebut di lokasi kejadian,” ujar Anggiat dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026). Dalam surat tersebut, Z mengaku berusia 12 tahun dan menyebut dirinya sebagai kakak dari bayi yang ditemukan. Ia juga menuliskan bahwa sang adik lahir pada Senin, 2 Maret 2026, dan diberi nama lengkap AR. “Adik saya lahir 2 Maret 2026,” tulis Z dalam surat tersebut. Z juga menjelaskan bahwa ibu mereka meninggal dunia saat melahirkan bayi tersebut. Karena itu, ia terpaksa meninggalkan sang adik dengan harapan ada orang baik yang bersedia merawatnya. Dalam suratnya, Z memohon kepada siapa pun yang menemukan bayi tersebut agar bersedia menjaga dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. “Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya. Saya Z ingin meminta tolong agar adik saya dirawat, karena ibu saya meninggal saat melahirkannya,” tulisnya. Ia juga berharap bayi tersebut dapat dibesarkan dengan baik oleh orang yang menemukannya. Z bahkan mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan kembali mencari atau mengunjungi adiknya di kemudian hari. “Tolong anggap dia seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi. Saya tidak ingin masa depan dia seperti saya. Terima kasih,” demikian isi akhir surat tersebut. Menurut Anggiat, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dinda. Saat ditemukan, di dalam tas hitam yang sama juga terdapat beberapa perlengkapan bayi, seperti satu kotak susu bayi berwarna merah, tisu basah, serta sepasang sarung tangan bayi berwarna biru. Penemuan bayi tersebut bermula ketika Dinda mendengar suara tangisan bayi saat berada di lantai dua rumahnya. Karena penasaran, ia mencoba mencari sumber suara tersebut. Setelah ditelusuri, suara tangisan itu ternyata berasal dari gerobak nasi uduk yang berada tepat di depan rumahnya. “Saksi bernama Dinda mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari arah gerobak yang berada di depan rumah,” jelas Anggiat. Dinda kemudian memberitahukan hal itu kepada ibunya. Setelah memastikan ada bayi di dalam gerobak tersebut, mereka segera membawa bayi itu masuk ke dalam rumah untuk diamankan. “Setelah menemukan bayi tersebut, saksi Dinda langsung memberi tahu ibunya. Kemudian bayi itu dibawa masuk ke dalam rumah,” lanjut Anggiat. Tak lama setelah itu, mereka menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan temuan tersebut. Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan awal sebelum selanjutnya ditangani oleh Dinas Sosial. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang sebenarnya meninggalkan bayi tersebut. Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga