Portalandalas.com - Menjelang waktu berbuka puasa, tidak sedikit perempuan Muslim yang pernah mengalami dilema ketika tiba-tiba mendapati tanda-tanda haid. Situasi ini sering menimbulkan rasa kecewa, karena puasa yang hampir selesai dijalani seharian terasa seolah sia-sia dan tetap harus diganti setelah bulan Ramadan berakhir.
Hasil vox pop kumparanWOMAN terhadap tiga perempuan menunjukkan bahwa dua di antaranya mengaku pernah berpura-pura tidak menyadari bahwa haid sudah mulai keluar, meskipun sebenarnya mereka memiliki firasat kuat tentang hal tersebut. Mereka memilih memeriksa kondisi tersebut setelah azan Maghrib, sehingga merasa puasanya pada hari itu tetap sah dan tidak perlu diganti.
Namun, Ustazah sekaligus dosen UIN Jakarta, Dr. Hj. Mauidlotun Nisa', Lc., S.Pd.I., M.Hum, menegaskan bahwa cara tersebut tidak dibenarkan. Menurutnya, jika darah haid sudah keluar dari kemaluan sebelum waktu berbuka, maka puasa tetap dianggap batal meskipun waktunya sangat dekat dengan azan Maghrib.
Ia menjelaskan bahwa perempuan yang mengalami haid sebelum berbuka tetap wajib mengganti puasa di hari lain. Meski demikian, hal ini tidak perlu disikapi dengan perasaan negatif karena haid merupakan bagian dari ketentuan sekaligus kehormatan yang diberikan Allah SWT kepada perempuan.
Bentuk Menjaga Keseimbangan Tubuh
Ustazah Nisa juga menjelaskan bahwa larangan berpuasa bagi perempuan yang sedang haid sebenarnya merupakan bentuk perlindungan bagi tubuh. Hal ini sejalan dengan alasan medis, karena kondisi fisik perempuan saat haid biasanya menjadi lebih lemah.
Menurutnya, ketika haid terjadi, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat membuat seseorang merasa lebih mudah lelah. Bahkan dalam beberapa kasus, perempuan juga berpotensi mengalami anemia ringan. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan makanan yang cukup untuk menjaga stamina.
Karena itulah, syariat yang memperbolehkan perempuan tidak berpuasa saat haid memiliki keterkaitan dengan pertimbangan kesehatan.
Cara Memastikan Apakah Haid Sudah Keluar
Sebagian perempuan mengalami haid dengan intensitas yang sangat ringan pada hari pertama. Darah yang keluar biasanya sedikit dan terkadang berwarna kecokelatan, sehingga sering menimbulkan keraguan apakah itu benar-benar haid atau bukan.
Untuk memastikan hal tersebut, Ustazah Nisa menyarankan agar perempuan memeriksa dengan hati-hati menggunakan kapas atau cotton bud yang dimasukkan secara perlahan ke area vagina. Cara ini dapat membantu memastikan apakah darah haid memang sudah keluar.
Ia menjelaskan bahwa jika darah baru keluar tepat saat azan Maghrib atau setelahnya, maka puasa pada hari itu tetap dianggap sah. Namun jika seseorang sudah yakin darah haid keluar sebelum Maghrib, maka puasanya batal dan harus diganti di hari lain.
Menurutnya, tolok ukur dalam hal ini adalah kejujuran dan keyakinan perempuan dalam menilai kondisi tubuhnya sendiri.
Tetap Bersyukur Saat Haid Datang
Ustazah Nisa juga mengingatkan agar perempuan tidak merasa sedih atau berkecil hati ketika haid datang menjelang waktu berbuka. Sebab, haid merupakan bagian dari anugerah yang Allah SWT berikan kepada perempuan.
Selain itu, meskipun tidak dapat berpuasa, perempuan yang sedang haid tetap bisa menjalankan berbagai bentuk ibadah lainnya. Misalnya membantu menyiapkan hidangan berbuka atau sahur bagi keluarga yang berpuasa, memperbanyak zikir, hingga bersedekah.
Dengan begitu, meskipun tidak menjalankan puasa pada hari tersebut, perempuan tetap dapat meraih pahala dan keberkahan selama bulan Ramadan.

