Portalandalas.com - Mengonsumsi kopi saat sahur kerap dianggap sebagai cara ampuh untuk mengusir rasa kantuk selama menjalani puasa. Namun para pakar kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut justru bisa berdampak kurang baik bagi kondisi tubuh, terutama bagi orang yang memiliki aktivitas padat di pagi hari.
Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen menjelaskan bahwa kopi memiliki sifat diuretik yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh saat berpuasa.
Menurut dr. Tan, kandungan kafein pada kopi dapat merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah karena selama berpuasa tubuh tidak memperoleh asupan cairan hingga waktu berbuka.
“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” ujar dr. Tan saat dihubungi pada Selasa (24/2).
Kurangnya cairan dalam tubuh tentu tidak boleh dianggap sepele. Beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga, sakit kepala atau pusing, hingga menurunnya konsentrasi. Kondisi ini bahkan bisa berbahaya bagi orang yang harus berkendara atau bekerja dengan tingkat fokus tinggi.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut juga menjelaskan bahwa rasa kantuk ketika berpuasa umumnya dipicu oleh berkurangnya waktu tidur akibat perubahan jadwal makan dan ibadah selama Ramadan. Karena itu, mengganti waktu istirahat dengan konsumsi kafein bukanlah solusi yang baik untuk jangka panjang.
Sebagai gantinya, dr. Tan menyarankan agar orang dewasa tetap berusaha memenuhi kebutuhan tidur berkualitas sekitar 6 hingga 7 jam setiap hari.
Jika waktu tidur malam berkurang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya, seperti mencoba tidur lebih awal setelah melaksanakan ibadah malam, memanfaatkan waktu istirahat setelah sahur, atau tidur siang singkat selama 15–30 menit yang terbukti membantu memulihkan energi dan meningkatkan kewaspadaan.
Dengan menjaga pola tidur yang baik serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup, aktivitas harian dapat dijalani dengan lebih optimal. Selain itu, ibadah puasa juga bisa dilakukan dengan lebih nyaman tanpa terganggu masalah kesehatan.

