Portalandalas.com - Tanaman anggrek yang dirawat dengan baik biasanya tampak sehat, tetapi tidak jarang tetap belum juga berbunga sejak pertama kali dibawa pulang. Kondisi ini sering membuat pemiliknya merasa khawatir.
Umumnya, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya paparan cahaya, tidak mendapatkan suhu malam yang lebih dingin sesuai kebutuhannya, hingga kekurangan nutrisi.
Perlu diketahui, air dan sinar matahari saja belum cukup untuk merangsang anggrek berbunga indah. Jika tanaman belum pernah diberi pupuk, kemungkinan besar anggrek tidak memperoleh nutrisi penting yang dibutuhkan. Karena itu, pemupukan menjadi faktor kunci.
Seberapa Sering Anggrek Perlu Dipupuk?
Anggrek memang tidak membutuhkan pupuk dalam jumlah besar, tetapi frekuensinya cenderung lebih sering dibandingkan tanaman hias lainnya.
Ada prinsip yang sering digunakan oleh para pecinta tanaman, yaitu “sedikit tapi rutin”. Artinya, anggrek sebaiknya dipupuk setiap minggu atau dua minggu sekali dengan larutan pupuk yang sangat encer.
Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan pemberian pupuk dalam jumlah besar namun jarang, karena lebih menyerupai kondisi alami tempat anggrek tumbuh.
Sebagian besar anggrek termasuk tanaman epifit yang hidup menempel pada pohon, sehingga mendapatkan nutrisi dari air hujan dan sisa bahan organik di sekitarnya.
Metode pemupukan yang rutin namun ringan juga membantu mencegah penumpukan garam serta risiko kerusakan akar akibat kelebihan pupuk.
Pemupukan sebaiknya dilakukan saat tanaman aktif tumbuh, biasanya di musim panas atau kemarau. Namun, frekuensinya perlu dikurangi ketika anggrek memasuki masa istirahat (dormansi), misalnya saat musim hujan.
Pada fase ini, cukup beri pupuk sebulan sekali atau bahkan dihentikan sementara jika tidak ada pertumbuhan baru. Selain itu, hindari pemupukan saat kuncup bunga mulai muncul karena dapat menyebabkan kuncup rontok atau bunga cepat layu.
Jenis Pupuk yang Digunakan
Jenis anggrek juga memengaruhi kebutuhan pupuknya. Anggrek epifit, seperti Phalaenopsis, umumnya membutuhkan pemupukan lebih sering. Sementara itu, anggrek terestrial seperti Paphiopedilum yang tumbuh di media mirip tanah dapat dipupuk lebih jarang.
Kamu bisa menggunakan pupuk khusus anggrek sesuai petunjuk kemasan, atau pupuk seimbang seperti 20-20-20 yang diencerkan hingga seperempat kekuatan.
Alternatif lain seperti pupuk 10-10-10 juga bisa digunakan, asalkan diencerkan dengan tepat. Pupuk khusus untuk merangsang bunga juga tersedia, tetapi tidak semua jenis anggrek cocok dengan formula tersebut.
Jika tidak ingin repot menggunakan pupuk berbeda, pupuk standar bisa menjadi pilihan karena dapat digunakan untuk berbagai tanaman hias.
Pilih pupuk yang bebas urea agar penyerapan nitrogen lebih optimal. Selain itu, penting untuk membilas media tanam dengan air bersih setiap bulan guna mencegah penumpukan garam yang dapat merusak akar.
Cara Memupuk Anggrek yang Tepat
Jika anggrek sulit berbunga, pemupukan yang tepat bisa menjadi solusi. Sebelum memberi pupuk, pastikan media tanam sudah dibasahi terlebih dahulu agar akar tidak “terbakar”.
Berikut langkah-langkahnya:
Larutkan pupuk seimbang hingga setengah atau seperempat dosis, lalu aplikasikan saat penyiraman rutin mingguan.
Siram tanaman secara menyeluruh hingga air berlebih keluar dari pot. Sebaiknya gunakan air yang sudah didiamkan selama 24 jam atau air hujan agar bebas dari klorin dan zat berbahaya lainnya.
Setiap satu bulan sekali, hentikan pemberian pupuk dan siram tanaman dengan air bersih untuk membantu menghilangkan sisa garam dan mineral yang menumpuk.
Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, anggrek memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah.

