Portalandalas.com - **JAMBI** – Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau secara langsung perkembangan pembangunan **Sekolah Rakyat** yang berlokasi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Kamis (6/3/2026).
Sekolah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum tersebut direncanakan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran baru 2026–2027. Kapasitas sekolah ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.080 siswa.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek di lokasi pembangunan, proyek ini berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi.
Nilai kontrak pembangunan proyek tersebut tercatat mencapai Rp446.469.498.000.
Proyek pembangunan ini memiliki waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender, dengan masa pemeliharaan yang ditetapkan selama 180 hari kalender setelah pekerjaan selesai.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, kawasan pendidikan ini tidak hanya dibangun sebagai sekolah biasa, tetapi dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.
Dalam site plan yang dipasang di area proyek, kawasan Sekolah Rakyat tersebut direncanakan memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan sarana pendukung lainnya.
Beberapa fasilitas yang akan dibangun antara lain:
* Gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA
* Gedung serbaguna
* Masjid
* Asrama untuk siswa putra dan putri
* Rumah susun bagi para guru
* Kantin
* Gudang
* Lapangan sepak bola
* Serta berbagai fasilitas penunjang lainnya
Konsep pembangunan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terintegrasi, sekaligus menyediakan ruang belajar yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa.
Sekolah Rakyat di Jambi dirancang dapat menampung total 1.080 siswa yang akan dibagi ke dalam 36 rombongan belajar (rombel).
Pembagian kapasitas tersebut meliputi:
* Jenjang SD: 18 rombel dengan kapasitas 540 siswa
* Jenjang SMP: 9 rombel dengan kapasitas 270 siswa
* Jenjang SMA: 9 rombel dengan kapasitas 270 siswa
Selain ruang belajar, keberadaan fasilitas asrama di kawasan sekolah ini diharapkan mampu membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan dengan lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, ia menilai penting untuk memantau langsung perkembangan proyek strategis tersebut di lapangan.
Menurutnya, tahun ajaran baru akan segera dimulai sehingga kesiapan fasilitas pendidikan harus diperhatikan sejak dini.
Ia juga menyinggung kemungkinan jika penerimaan siswa baru dimulai sebelum seluruh bangunan selesai sepenuhnya. Dalam kondisi tersebut, pemerintah akan menyiapkan langkah alternatif sebagai solusi sementara untuk menampung para siswa.
Al Haris menilai bahwa sejauh ini perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan cukup baik.
Tahapan pemadatan tanah telah rampung dilakukan, sementara pekerjaan konstruksi fisik mulai dikerjakan di beberapa titik lokasi proyek.
Bahkan, pembangunan sejumlah fasilitas seperti area olahraga dan masjid juga telah mulai dilaksanakan.
Menurutnya, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif. Dengan pengawasan dari konsultan proyek serta kesiapan tim pelaksana di lapangan, diharapkan seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target pada bulan Juni.
Apabila target tersebut tercapai, fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa.
Lebih lanjut, Al Haris menyebutkan bahwa perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Jambi akan terus dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas nasional yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto.
Ia optimistis, dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, proyek pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Di sisi lain, masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Jambi.
Dengan konsep pendidikan terpadu yang dilengkapi fasilitas asrama, sekolah ini diharapkan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Apabila pembangunan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, Sekolah Rakyat ini bukan sekadar menjadi bangunan baru di Kota Jambi.
Lebih dari itu, kehadirannya diharapkan dapat menjadi simbol pemerataan akses pendidikan bagi generasi muda di daerah.
Sebuah tempat belajar yang tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya generasi yang lebih fokus, terarah, dan memiliki peluang masa depan yang lebih baik.
Sumber : Jambisatu.id

