Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa puluhan negara telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan seminar dan literasi yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu abad ikon kota tersebut.
Menurutnya, seminar internasional ini akan mengupas sejarah Jam Gadang yang dibangun pada masa kolonial Belanda, sekaligus memperkaya wawasan masyarakat terkait nilai historis bangunan tersebut.
Dalam rencana pelaksanaannya, kegiatan ini akan menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon serta Duta Besar Belanda untuk Indonesia. Selain itu, sejumlah arsitek juga akan diundang untuk mengkaji lebih dalam struktur dan keunikan bangunan Jam Gadang yang memiliki tinggi 27 meter dengan atap khas Minangkabau.
Ramlan juga mengungkapkan beberapa keistimewaan Jam Gadang, di antaranya penulisan angka empat dalam angka Romawi yang berbeda dari umumnya. Jika biasanya ditulis IV, pada Jam Gadang ditampilkan sebagai IIII.
Keunikan lainnya terletak pada mesin jam yang disebut hanya ada dua di dunia, yakni di Jam Gadang Bukittinggi dan di Big Ben, Inggris.
Peringatan 100 tahun Jam Gadang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya Bukittinggi ke tingkat internasional.
Sumber : ANTARA Sumbar
