Dari total tersebut, terdapat 10 jenderal yang menjadi sorotan. Mereka memperoleh kenaikan pangkat dengan jenjang tertinggi mulai dari Letnan Jenderal (bintang tiga), Mayor Jenderal (bintang dua), hingga Brigadir Jenderal (bintang satu).
Maruli menjelaskan, kenaikan pangkat ini merupakan bagian dari pembinaan karier prajurit sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para perwira tinggi kepada bangsa dan negara melalui TNI AD. Sebanyak 28 Pati yang naik pangkat terdiri dari perwira yang bertugas baik di dalam maupun di luar struktur TNI/TNI AD.
Ia juga menegaskan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya sebatas penghargaan, tetapi juga amanah yang harus diimbangi dengan peningkatan kinerja, integritas, dan profesionalisme.
“Kenaikan pangkat ini diharapkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada TNI AD, bangsa, dan negara,” ujar Maruli.
Berikut daftar 10 jenderal TNI AD tersebut:
- Letjen TNI Ariyo Windutomo (Kepala Sekretariat Presiden RI)
- Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan (Dan PMPP TNI)
- Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo (Wadan Sesko TNI)
- Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (Kapuspen TNI)
- Mayjen TNI IGBN Tedjasukma (Pa Sahli Tk. III KSAD Bidang Ketahanan Energi, SDA, dan Lingkungan Hidup)
- Mayjen TNI Mochamad Masrukin (Danpuspenerbad)
- Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar (Pangdivif 1 Kostrad)
- Brigjen TNI Hendri Sembiring (Dir D Bais TNI)
- Brigjen TNI Leonardo Sebastian (Dir A Bais TNI)
- Brigjen TNI Honi Havana (Karo Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polhukam)
