Portalandalas.com - Wakil Bupati A. Khafidh menyoroti rendahnya tingkat kehadiran para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan 2025 dan Percepatan 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Merangin, Kabupaten Merangin, Kamis (19/2/2026).
Dalam forum tersebut, terlihat sejumlah kursi kepala OPD dan camat tidak terisi dan hanya diwakili oleh staf. Situasi ini dinilai menghambat jalannya pembahasan karena perwakilan yang hadir dinilai belum memahami persoalan teknis di lapangan secara menyeluruh.
Pada kesempatan itu, Khafidh meminta staf yang tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan untuk meninggalkan rapat. Ia menegaskan agar instansi terkait menghadirkan pejabat yang memiliki kapasitas untuk menentukan langkah.
“Saya minta yang hanya mewakili tanpa memahami persoalan untuk kembali ke kantor. Tolong hadirkan perwakilan yang lebih berwenang,” tegasnya.
Selain menyoroti kehadiran, Khafidh juga mengkritik lemahnya koordinasi antar-OPD. Ia menilai ego sektoral masih cukup kuat sehingga berdampak pada terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, masih terlihat kurangnya sinkronisasi antarinstansi. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sikap saling melempar tanggung jawab ketika muncul persoalan di lapangan, karena setiap program pasti berkaitan dengan OPD lainnya. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi tidak akan mengurangi kewibawaan pejabat.
Khafidh turut menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program strategis daerah yang mengacu pada SK Bupati Nomor 50 tentang Penetapan Kegiatan Strategis Tahun 2026. Ia meminta seluruh pejabat segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing setelah adanya pergeseran jabatan.
Para camat dan OPD juga diminta memastikan administrasi wilayah berjalan tertib guna mencegah potensi persoalan hukum di kemudian hari. Selain itu, perhatian juga diberikan pada program penanganan stunting yang membutuhkan dukungan data akurat dari desa dan puskesmas.
Camat diminta memperkuat pembinaan terhadap para kepala desa agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran. Khafidh menegaskan seluruh OPD harus menjaga kualitas pekerjaan serta menghindari penumpukan realisasi program pada akhir tahun.

