Viral Dugaan Salah Diagnosis di RSUD MH Thalib, Publik Pertanyakan SOP

Menu Atas

Viral Dugaan Salah Diagnosis di RSUD MH Thalib, Publik Pertanyakan SOP

Portal Andalas
Senin, 23 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kota Sungai Penuh — Dugaan kasus salah diagnosis di RSUD Mayjen H. A. Thalib mendadak ramai diperbincangkan dan menyita perhatian publik. Insiden tersebut disebut-sebut berujung pada kesalahan rujukan pasien ke RSUP M. Djamil. Berdasarkan informasi yang beredar, pasien yang seharusnya mendapat penanganan di layanan penyakit dalam justru dirujuk ke layanan jantung. Perbedaan penanganan ini memunculkan pertanyaan terkait ketepatan diagnosis awal serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit. Sorotan keras disampaikan tokoh muda Kerinci–Sungai Penuh, Joni Jamaludin. Bendahara Umum Ikatan Pemuda Kerinci Sungai Penuh (IPKS) Provinsi Jambi tersebut menyayangkan dugaan kekeliruan prosedur medis yang dinilai cukup fatal di rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Menurut Joni, kasus salah diagnosis dan rujukan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai proses pemeriksaan pasien. Ia mempertanyakan mengapa pasien yang seharusnya dirujuk ke layanan penyakit dalam justru diarahkan ke layanan jantung. Joni yang juga dikenal sebagai dosen praktisi di Universitas Jambi menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia menduga terdapat celah dalam sistem manajemen pelayanan serta pengelolaan rekam medis pasien. Ia mempertanyakan kemungkinan dokter pemeriksa terakhir tidak mengetahui riwayat rekam medis sebelumnya atau adanya kelemahan pada sistem pencatatan rekam medis yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Selain aktif di IPKS, Joni juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Kajian Strategis (BAKASTRA) HIPMI Jambi. Ia menegaskan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus menjamin ketelitian, akurasi diagnosis, serta integrasi data pasien untuk mencegah risiko yang dapat berakibat fatal. Sebagai langkah konkret, ia mendesak manajemen RSUD Mayjen H. A. Thalib melakukan evaluasi menyeluruh dan berbenah mengikuti perkembangan teknologi kesehatan. Menurutnya, penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak. Ia menilai di era digital saat ini, sistem informasi rumah sakit dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah kesalahan kritis seperti salah diagnosis atau salah rujukan. Joni menjelaskan bahwa SIMRS terintegrasi memungkinkan seluruh data pasien tersimpan secara digital dan terpusat, sehingga riwayat rekam medis dapat diakses secara realtime oleh dokter yang menangani pasien. Dengan sistem tersebut, pelayanan rumah sakit diharapkan menjadi lebih terintegrasi karena seluruh data, termasuk rekam medis, tersimpan dalam satu sistem yang dapat diakses dengan cepat oleh tenaga medis. Ia berharap pihak manajemen rumah sakit tidak mengabaikan kejadian ini dan segera mengambil langkah perbaikan secara terukur dan transparan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah terulangnya kesalahan penanganan maupun kekeliruan rujukan pasien ke fasilitas kesehatan lain.

Baca Juga