Tidak Shalat Tarawih Saat Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah?

Menu Atas

Tidak Shalat Tarawih Saat Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah?

Portal Andalas
Jumat, 27 Februari 2026
Bagikan:

Setiap memasuki bulan Ramadhan, pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat: bila seseorang tidak melaksanakan shalat Tarawih, apakah puasanya tetap dianggap sah? Rasa khawatir seperti ini sangat wajar, karena di bulan suci banyak orang ingin menjalankan ibadah secara maksimal dan tanpa kekurangan.

Dalam kajian fikih, setiap ibadah memiliki hukum dan kedudukan masing-masing. Agar Ramadhan dijalani dengan tenang dan penuh pemahaman, mari kita telaah persoalan ini secara lebih jelas.

Memahami Posisi Puasa dan Tarawih

Sebelum membahas sah atau tidaknya puasa, penting untuk mengetahui kedudukan puasa dan Tarawih dalam syariat Islam.

Puasa Ramadhan merupakan rukun Islam keempat dan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…”

Kewajiban puasa berlaku bagi muslim yang berakal, baligh, dalam keadaan suci dari haid dan nifas, serta berniat. Puasa menjadi batal apabila seseorang dengan sengaja makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan di siang hari.

Sementara itu, shalat Tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan. Shalat ini dikerjakan setelah Isya pada malam-malam Ramadhan. Jumlah rakaat yang dipraktikkan para sahabat Nabi berkisar antara 8 hingga 20 rakaat. Meski sangat dianjurkan, Tarawih bukanlah ibadah wajib seperti shalat lima waktu.

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Tarawih?

Jawabannya: puasa tetap sah.

Puasa dan Tarawih adalah dua ibadah yang berdiri sendiri, dengan rukun dan ketentuan yang berbeda. Meninggalkan Tarawih tidak membatalkan puasa, karena Tarawih bukan bagian dari rukun puasa.

Selama seseorang menjalankan puasa sesuai syarat dan rukunnya, maka puasanya tetap sah secara syariat. Tarawih memang menambah pahala, namun bukan penentu sah atau tidaknya puasa.

Kerugian Jika Tidak Melaksanakan Tarawih

Walaupun tidak memengaruhi keabsahan puasa, meninggalkan Tarawih berarti melewatkan sejumlah keutamaan besar.

1. Kesempatan Mendapat Ampunan

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari dan Muslim). Qiyam Ramadhan termasuk di dalamnya shalat Tarawih.

2. Pahala Qiyamul Lail

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa orang yang shalat bersama imam hingga selesai akan dicatat mendapatkan pahala seperti shalat semalam penuh. Terlebih lagi, shalat berjamaah memiliki keutamaan 27 derajat dibanding shalat sendirian (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Penguatan Spiritual

Tarawih bukan hanya tambahan rakaat, tetapi juga menghadirkan suasana ibadah yang lebih hidup: kebersamaan di masjid, tilawah Al-Qur’an, doa yang lebih panjang, serta persiapan menyambut Lailatul Qadar. Tanpa qiyam malam, nuansa Ramadhan bisa terasa kurang mendalam.

Udzur dan Solusi Bagi yang Berhalangan

Islam adalah agama yang memberi kemudahan. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi uzur syar’i.

1. Melaksanakan Tarawih di Rumah

Shalat Tarawih boleh dilakukan di rumah, baik sendiri maupun bersama keluarga. Rasulullah SAW pernah melaksanakannya di rumah agar tidak dianggap wajib oleh umatnya. Meski berjamaah di masjid memiliki keutamaan lebih besar, Tarawih di rumah tetap bernilai ibadah.

2. Wanita Haid atau Nifas

Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan melaksanakan shalat, termasuk Tarawih. Namun mereka hanya wajib mengganti puasa yang ditinggalkan, bukan shalatnya. Saat dalam keadaan suci dan berpuasa, ibadah puasanya tetap sah selama memenuhi ketentuan.

3. Kondisi Lelah Karena Aktivitas

Kelelahan akibat pekerjaan juga bisa menjadi alasan. Solusinya, seseorang dapat melaksanakan qiyam dengan durasi lebih singkat di rumah atau mengatur waktu istirahat dengan baik. Islam tidak menghendaki kesulitan dan tetap mengutamakan kesehatan.

Kesimpulan

Tidak melaksanakan Tarawih tidak membatalkan puasa, karena keduanya memiliki hukum yang berbeda. Selama rukun dan syarat puasa terpenuhi, maka puasa tetap sah.

Meski demikian, Tarawih menyimpan banyak keutamaan, seperti ampunan dosa, pahala qiyam semalam penuh, dan penguatan spiritual selama Ramadhan. Jika memiliki kesempatan, tentu sangat dianjurkan untuk meraihnya.

Sebagai bentuk penyempurna ibadah di bulan suci, menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui juga menjadi salah satu cara memperluas manfaat dan berbagi kebaikan kepada sesama.

Baca Juga