Portalandalas.com - Para ilmuwan menemukan pendekatan baru yang dinilai sangat efektif untuk menghancurkan sel kanker dengan cara memicu sel tersebut pecah dari dalam.
Dilaporkan oleh SciTechDaily, sebuah senyawa gula yang berasal dari bakteri laut dalam diketahui mampu memicu jenis kematian sel yang sangat kuat yang disebut piroptosis.
Senyawa ini bukan hanya mampu merusak sel kanker, tetapi juga mengirim sinyal kepada sistem kekebalan tubuh agar turut melawan sel berbahaya tersebut. Dalam uji laboratorium maupun percobaan pada tikus, senyawa ini menunjukkan kemampuan anti-tumor yang sangat menjanjikan.
Temuan tersebut membuka peluang baru dalam pengembangan terapi kanker, yakni dengan memanfaatkan molekul alami untuk menghancurkan sel secara lebih terarah.
Pemicu piroptosis — yakni bentuk kematian sel terprogram yang bersifat inflamasi — kini dianggap sebagai salah satu strategi pengobatan kanker yang potensial.
Dalam studi yang dipublikasikan di The FASEB Journal, para peneliti berhasil memurnikan molekul gula rantai panjang atau eksopolisakarida dari bakteri laut dalam dan membuktikan bahwa molekul tersebut mampu memicu piroptosis sehingga menghambat pertumbuhan tumor.
Senyawa yang dinamakan EPS3.9 ini tersusun dari manosa dan glukosa, serta diproduksi oleh strain bakteri laut dalam dari genus Spongiibacter.
Hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa EPS3.9 dapat langsung menargetkan lima molekul fosfolipid pada membran sel dan menyebabkan toksisitas pada tumor dengan merangsang piroptosis pada sel leukemia manusia. Selain itu, senyawa ini juga terbukti memiliki efek anti-tumor yang signifikan pada tikus penderita kanker hati serta mampu mengaktifkan respons imun untuk melawan tumor.
Penulis utama penelitian, Chaomin Sun dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, menyatakan bahwa riset ini tidak hanya memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan obat berbasis karbohidrat, tetapi juga menegaskan pentingnya eksplorasi sumber daya mikroba laut sebagai potensi terapi di masa depan.

