Sudah Puasa Seharian, Eh Batal? Ini Hal-Hal yang Wajib Kamu Hindari

Menu Atas

Sudah Puasa Seharian, Eh Batal? Ini Hal-Hal yang Wajib Kamu Hindari

Portal Andalas
Rabu, 25 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Saat memasuki bulan Ramadan, umat Muslim perlu memahami berbagai hal yang dapat membatalkan puasa agar ibadah yang dijalankan tetap sah dan sempurna. Tidak hanya menahan lapar dan haus, setiap Muslim juga harus menjaga perilaku serta menghindari hal-hal tertentu yang secara syariat dapat membatalkan puasa. Mengutip laman resmi Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan karena berpotensi membatalkan puasa, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak. Pengetahuan ini penting dimiliki agar ibadah puasa dapat dijalankan sesuai ketentuan dan dinilai sah. 1. Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja Selama berpuasa, memasukkan benda atau zat ke dalam tubuh secara sengaja melalui lubang terbuka seperti mulut, hidung, telinga, dubur, atau kemaluan akan membatalkan puasa. Contohnya makan, minum, atau merokok. Namun, jika terjadi tanpa sengaja, maka puasa tetap sah. 2. Memasukkan sesuatu ke dalam qubul atau dubur Memasukkan benda ke dalam kemaluan atau dubur secara sengaja juga menyebabkan puasa batal. Larangan ini termasuk tindakan pengobatan, meskipun bertujuan untuk menyembuhkan penyakit. 3. Muntah dengan sengaja Muntah yang dilakukan dengan sengaja saat berpuasa akan membatalkan puasa. Sebaliknya, jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka tidak wajib mengganti puasa tersebut. 4. Melakukan hubungan suami istri Berhubungan intim di siang hari Ramadan termasuk pelanggaran berat yang membatalkan puasa. Bagi yang melakukannya dengan sengaja, terdapat kewajiban mengganti puasa disertai kafarat sesuai ketentuan syariat. 5. Keluar air mani dengan sengaja Mengeluarkan air mani secara sengaja, termasuk akibat rangsangan fisik, dapat membatalkan puasa. Namun, jika hanya sebatas khayalan tanpa tindakan, maka puasa tetap sah. 6. Haid dan nifas Jika perempuan mengalami haid atau nifas saat berpuasa, maka puasanya batal dan wajib diganti di hari lain setelah Ramadan. 7. Hilang akal atau gila Kehilangan akal sehat, baik karena gangguan mental, mabuk, maupun pingsan dalam waktu lama, menyebabkan puasa batal karena salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat. 8. Murtad atau keluar dari Islam Seseorang yang keluar dari Islam tidak lagi memiliki kewajiban berpuasa, sehingga puasanya otomatis dianggap batal. Dengan memahami hal-hal yang membatalkan puasa ini, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih hati-hati dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Baca Juga