Portalandalas.com - Kegiatan roadshow buka puasa bersama yang digagas Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) bersama masyarakat penolak stockpile batu bara milik PT SAS resmi digelar selama bulan Ramadan. Agenda ini berlangsung di lima lokasi, yakni Lorong Perikanan Desa Mendalo Darat, Perumahan Bahri Makmur, Perumahan Banyumas, Penyengat Rendah, serta Kelurahan Aur Kenali.
Rangkaian kegiatan diawali di Lorong Perikanan RT 20, Desa Mendalo Darat sekitar pukul 17.00 WIB. Acara dibuka dengan sesi refleksi perjuangan BPR bersama warga dalam menyuarakan penolakan terhadap keberadaan stockpile PT SAS. Selanjutnya kegiatan diisi dengan pembacaan Yasin, ceramah bertema pelestarian lingkungan dan tanggung jawab manusia dalam menjaganya, doa bersama, hingga ditutup dengan buka puasa bersama.
Perwakilan masyarakat bidang internal BPR, Erpen, menyampaikan bahwa roadshow ini menjadi momen penting untuk memperkuat kesamaan pandangan antara BPR dan warga bahwa keberadaan stockpile batu bara PT SAS harus dipindahkan. Menurutnya, lokasi tersebut dinilai tidak sesuai peruntukan dan bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah Kota Jambi.
Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum dakwah ekologis. Ia menyebut puasa mengajarkan pengendalian diri, namun terhadap ketidakadilan dan kerusakan lingkungan masyarakat tidak boleh tinggal diam. Roadshow ini dinilai sebagai bentuk nyata dakwah untuk melindungi ruang hidup masyarakat Jambi dari ancaman eksploitasi batu bara.
WALHI Jambi menyatakan dukungannya terhadap langkah BPR. Menurut mereka, rencana pembangunan stockpile dan jalan khusus batu bara yang berada dekat permukiman hanya akan menambah beban masyarakat. Pemerintah dinilai seharusnya mendorong transisi energi yang adil, bukan justru mendukung infrastruktur yang memperpanjang ketergantungan pada energi kotor. Aspek keselamatan dan kenyamanan warga dianggap jauh lebih penting dibanding angka pertumbuhan ekonomi yang belum tentu dirasakan masyarakat kecil.
Melalui roadshow dan kegiatan buka puasa bersama ini, solidaritas perjuangan warga semakin diperkuat. Meski perjuangan diperkirakan panjang, persatuan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam mempertahankan hak atas lingkungan yang sehat dan udara bersih. Ramadan yang penuh berkah diharapkan menjadi ruang dakwah ekologis demi keadilan lintas generasi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus bentuk ikhtiar spiritual dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar para pemimpin di Provinsi Jambi, khususnya gubernur dan wali kota, dapat mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

