Heboh Pernyataan Tyas! Dari Unggahan Threads hingga Ancaman Blacklist

Menu Atas

Heboh Pernyataan Tyas! Dari Unggahan Threads hingga Ancaman Blacklist

Portal Andalas
Selasa, 24 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Isu mengenai seorang penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas yang akrab disapa Tyas, tengah ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial. Sebelumnya, melalui akun Threads miliknya, Tyas mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin anak-anaknya berstatus sebagai warga negara Indonesia. Unggahan dengan pernyataan tersebut kemudian menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari publik. Pernyataan itu memicu kritik dari sejumlah kalangan yang menilai ucapan tersebut tidak sepatutnya disampaikan di ruang publik. Polemik pun semakin melebar setelah mendapat perhatian dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan memasukkan Tyas bersama suaminya, Arya Iwantoro, ke dalam daftar hitam sehingga keduanya tidak dapat bekerja atau menjalin kerja sama dengan pemerintah. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026. Seiring berkembangnya polemik, banyak pihak kemudian menelusuri latar belakang pendidikan dan perjalanan karier Tyas. Ia diketahui menempuh pendidikan sarjana di jurusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung. Setelah itu, Tyas melanjutkan studi magister di Delft University of Technology di Belanda pada program Sustainable Energy Technology dengan dukungan beasiswa LPDP dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. Di bidang profesional, Tyas dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO Sustaination, sebuah platform yang berfokus pada gaya hidup berkelanjutan melalui edukasi serta kurasi produk ramah lingkungan. Ia mulai merintis perusahaan tersebut pada 2018 saat masih tinggal di Belanda. Sekembalinya ke Indonesia, Sustaination berkembang menjadi toko daring yang menyediakan berbagai produk berkelanjutan agar lebih mudah dijangkau masyarakat luas. Di tengah kontroversi yang terjadi, Tyas kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya. Ia menjelaskan bahwa pernyataan yang menyebut cukup dirinya saja yang berstatus WNI lahir dari kondisi emosional pribadi. Dalam klarifikasinya yang diunggah pada Sabtu, 21 Februari 2026, Tyas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung atau tidak nyaman atas ucapannya tersebut. Ia mengakui pernyataan itu muncul dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi terhadap berbagai kondisi yang dirasakannya sebagai warga negara Indonesia. Meski demikian, Tyas menyadari bahwa cara penyampaiannya tidak tepat dan berpotensi melukai banyak pihak, terlebih karena menyangkut identitas kebangsaan yang dijunjung bersama.

Baca Juga