Portalandalas.com - Ketidakpastian di dunia kerja global kian terasa. Memiliki gelar pendidikan tinggi kini tidak selalu menjadi jaminan untuk mendapatkan karier yang stabil. Analisis dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa sejumlah jurusan kuliah memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, terutama di kalangan lulusan baru.
Penelitian tersebut juga memanfaatkan data dari United States Census Bureau tahun 2024 dengan mengkaji 73 jurusan. Fokus utama penelitian diarahkan pada lulusan berusia 22–27 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana atau lebih tinggi.
Perubahan Tren Dunia Kerja Global
Perkembangan industri yang pesat membuat perusahaan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja. Kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat, sementara ekonomi global mengalami perlambatan. Dampaknya, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi semakin ketat.
Bahkan, sejumlah jurusan yang sebelumnya dianggap memiliki prospek aman kini turut merasakan dampaknya.
Jurusan Seni dan Sosial Masih Rentan
Laporan dari Business Insider menunjukkan bahwa jurusan seni mendominasi daftar dengan tingkat pengangguran tertinggi. Namun, antropologi menempati posisi teratas dengan angka hampir mencapai 8 persen.
Beberapa jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi antara lain:
Antropologi — 7,9 persen
Teknik Komputer — 7,8 persen
Seni Rupa — 7,7 persen
Ilmu Komputer — 7 persen
Seni Pertunjukan — 7 persen
Arsitektur — 6,8 persen
Sejarah Seni — 6,7 persen
Fisika — 6,6 persen
Pendidikan Anak Usia Dini — 6,6 persen
Studi Lingkungan — 6,3 persen
Teknisi Medis — 6,2 persen
Bahasa Inggris — 6,1 persen
Hubungan Internasional — 6,1 persen
Underemployment Jadi Tantangan Baru
Kepala ekonom Glassdoor, Daniel Zhao, menilai pasar kerja yang semakin sempit turut memicu tingginya angka pengangguran di sejumlah jurusan.
Ia juga menyoroti fenomena underemployment, yaitu kondisi ketika lulusan bekerja pada posisi yang sebenarnya tidak membutuhkan gelar sarjana. Pada jurusan seni dan antropologi, tingkat underemployment bahkan melampaui 50 persen.
Perlambatan Pasar Kerja Amerika Serikat
Di sisi lain, pasar tenaga kerja di Amerika Serikat tengah melambat dengan pertumbuhan lapangan kerja paling rendah sejak 2003 di luar periode resesi.
Walaupun demikian, perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran. Tingkat pengangguran secara umum masih tergolong rendah, tetapi aktivitas perekrutan menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Riset dari Goldman Sachs menunjukkan bahwa tren perekrutan dan pemutusan kerja sama-sama berada pada level rendah, yang kemudian berdampak pada meningkatnya pengangguran di kalangan pekerja muda.
Strategi Menghadapi Persaingan Kerja
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Zhao menyarankan para lulusan agar aktif membangun jaringan profesional, memanfaatkan layanan karier di kampus, serta menjaga komunikasi dengan para alumni.
Selain itu, lulusan juga dianjurkan memperluas bidang pencarian kerja karena banyak keterampilan akademik yang sebenarnya dapat diterapkan di berbagai sektor lain.
Peluang Lintas Disiplin Semakin Terbuka
Profesor Hany Farid dari University of California Berkeley menilai lulusan ilmu komputer tidak harus selalu menargetkan perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Google, atau Amazon.
Menurutnya, peluang karier kini semakin terbuka di bidang lintas disiplin, seperti komputasi untuk penemuan obat, keuangan komputasional, hingga humaniora digital.

