Banyak yang Salah Kaprah! Apakah Harus Mandi Sebelum Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menu Atas

Banyak yang Salah Kaprah! Apakah Harus Mandi Sebelum Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Portal Andalas
Kamis, 19 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 2026, umat Islam di berbagai tempat mulai melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kesiapan spiritual. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah tentang mandi sebelum mulai berpuasa, apakah hukumnya wajib atau hanya sekadar anjuran saja. Di beberapa wilayah, tradisi mandi atau keramas pada malam terakhir bulan Syakban masih terus dilestarikan. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa mandi besar merupakan syarat agar puasa Ramadan dianggap sah. Padahal, dalam kajian fikih dijelaskan bahwa mandi sebelum memasuki Ramadan tidak otomatis menjadi kewajiban, kecuali seseorang berada dalam kondisi hadas besar. Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara mandi sunah sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan dan mandi wajib yang memang disyariatkan karena sebab tertentu. Hukum Mandi Menyambut Ramadan Secara hukum syariat, tidak ada dalil khusus yang memerintahkan mandi tertentu menjelang tanggal 1 Ramadan. Dengan demikian, mandi tersebut tidak termasuk rukun ataupun syarat sah puasa. Puasa seseorang tetap sah walaupun tidak mandi pada malam pertama Ramadan, selama tidak dalam keadaan junub atau hadas besar. Meski begitu, sebagian ulama menyebutkan bahwa mandi di malam Ramadan termasuk amalan yang dianjurkan. Dalam kitab I’anatut Thalibin, Sayyid Abu Bakar Syatha’ menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan mandi pada setiap malam di bulan Ramadan. Anjuran ini bertujuan agar tubuh tetap bersih dan segar sehingga lebih siap menjalankan ibadah puasa maupun salat Tarawih. Selain itu, dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri disebutkan bahwa mandi pada malam Ramadan dapat bernilai sunah sebagai bentuk penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Dengan demikian, mandi sebelum puasa Ramadan hukumnya sunah apabila diniatkan sebagai persiapan ibadah, bukan sebagai kewajiban agama. Kapan Mandi Menjadi Wajib? Mandi menjadi wajib jika seseorang berada dalam keadaan hadas besar atau junub. Beberapa kondisi yang mewajibkan mandi di antaranya: Berhubungan suami istri (jimak) Keluarnya mani Selesai haid Selesai nifas Melahirkan (wiladah) Dalam kondisi tersebut, mandi wajib harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, termasuk salat dan puasa. Niat Mandi Sunah sebelum Puasa Ramadan Jika mandi dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadan dan bukan karena hadas besar, berikut bacaan niatnya: نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.” Niat ini dibaca dalam hati saat pertama kali air menyentuh tubuh. Bacaan tersebut menegaskan bahwa mandi dilakukan sebagai ibadah sunah untuk menyambut Ramadan. Tujuannya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga mempersiapkan hati dan pikiran agar lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa. Niat Mandi Wajib dan Mandi Junub Bagi yang berada dalam keadaan hadas besar, berikut niat mandi wajib: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar lillahi ta’aalaa. Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.” Adapun niat mandi junub: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitul-ghusla lirafil hadatsil-akbari minal-jinaabati fardlan lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.” Dengan memahami perbedaan niat tersebut, umat Islam dapat menyesuaikan tujuan mandi sesuai dengan kondisi masing-masing. Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Tata cara mandi sebelum puasa pada dasarnya sama seperti mandi wajib atau mandi junub sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Berikut langkah-langkahnya: Membaca niat sesuai tujuan mandi Mencuci kedua tangan tiga kali Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri Berwudu seperti hendak salat Mengguyur kepala tiga kali sambil meratakan air hingga ke pangkal rambut Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri Memastikan seluruh bagian tubuh terkena air termasuk lipatan kulit Setelah selesai, dianjurkan membaca doa seperti doa setelah wudu. Doa Sesudah Mandi Wajib أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj’alni minal-mutathahirrina. Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang mensucikan diri.” Tata Cara dan Waktu Mandi Sunah Mandi sunah sebelum Ramadan biasanya dilakukan pada hari terakhir bulan Syakban atau malam menjelang 1 Ramadan. Waktunya fleksibel selama diniatkan sebagai persiapan menyambut puasa. Langkah-langkahnya hampir sama dengan mandi wajib, yaitu: Mengucapkan niat sebelum masuk kamar mandi Membasuh kedua tangan tiga kali Membersihkan area kemaluan dan bagian tubuh yang kotor Mencuci tangan kembali hingga bersih Berwudu seperti hendak salat Membasahi rambut hingga merata Mengguyur kepala tiga kali Menyiram tubuh bagian kanan lalu kiri masing-masing tiga kali Memastikan seluruh lipatan tubuh terkena air Melanjutkan mandi seperti biasa hingga bersih Sebelum keluar kamar mandi, dianjurkan berwudu kembali. Dengan memahami tata cara tersebut, mandi sebagai persiapan Ramadan dapat dilakukan sesuai tuntunan syariat. Pada dasarnya, mandi sebelum puasa Ramadan tidak wajib kecuali bagi mereka yang sedang dalam keadaan hadas besar. Sementara mandi untuk menyambut Ramadan hukumnya sunah menurut sebagian ulama dan bukan syarat sah puasa. Tradisi keramas atau mandi menjelang Ramadan boleh dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama. Dengan tubuh yang bersih dan niat yang tulus, umat Islam diharapkan lebih siap secara fisik dan spiritual dalam menjalani ibadah sepanjang Ramadan.

Baca Juga