Toni Kroos Sebut Madrid Kurang ‘Gila’ di Lapangan, Alonso Salah Strategi?

Menu Atas

Toni Kroos Sebut Madrid Kurang ‘Gila’ di Lapangan, Alonso Salah Strategi?

Portal Andalas
Rabu, 21 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Real Madrid sedang menghadapi musim yang penuh tantangan, dan situasi klub semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Los Blancos baru saja menelan kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, yang berujung pada pemecatan Xabi Alonso sebagai pelatih utama. Beberapa hari kemudian, pelatih sementara Alvaro Arbeloa juga gagal banyak membantu tim, setelah Madrid tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete, tim papan bawah dari kasta kedua Liga Spanyol. Mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, menganalisis penyebab kekalahan ini. Pentingnya Unsur Kekacauan dalam Pertandingan Kroos berpendapat, Real Madrid kesulitan meraih kemenangan di laga besar tanpa adanya unsur kekacauan di lapangan. "Saya merasa mereka butuh semacam kekacauan dalam pertandingan untuk bisa menang di laga seperti ini," kata Kroos dalam acara Einfach mal luppen (dikutip dari Diario AS). Menurutnya, kemenangan tidak datang dari permainan yang terlalu terkontrol atau direncanakan secara sempurna. Sebaliknya, laga harus berlangsung bolak-balik dan memberi ruang bagi momen-momen tidak terduga. Kroos mencontohkan gol pertama Barcelona yang menurutnya seharusnya tidak terjadi, sebagai bukti kekacauan yang memengaruhi hasil pertandingan. Ia juga menyinggung komentar Xabi Alonso dalam konferensi pers bahwa laga sudah dalam kontrol. "Dia bilang mereka terkontrol saat bertahan dan tanpa bola," lanjut Kroos. "Tetapi tiba-tiba Raphinha mendapatkan peluang bersih yang gagal dimanfaatkan. Saat itulah Anda perlu menenangkan permainan dan mengatur ritme." Menginterupsi Momentum Lawan Kroos menekankan pentingnya Real Madrid untuk mengganggu ritme lawan. Tim besar seperti Madrid tidak boleh membiarkan lawan terlalu bebas atau kehilangan bola secara ceroboh. "Para penyerang juga harus bisa menjaga bola dengan aman, tidak mengambil risiko, agar tidak kehilangan kendali," ujarnya. "Saya merasa ada kekurangan perasaan terhadap permainan dan pemahaman situasi yang dibutuhkan." Kritik terhadap Pendekatan Alonso Kroos menyoroti keputusan Alonso menggunakan strategi konservatif di final Piala Super. "Menarik melihat dia beradaptasi. Alonso tahu bahwa permainan satu lawan satu tidak akan berakhir baik," ujar Kroos. "Itulah sebabnya ia memilih strategi yang menurutnya paling aman, yang sebelumnya berhasil di Clasico La Liga." Kroos menambahkan, strategi ini memang bisa membuahkan kemenangan karena kualitas individu pemain, seperti terlihat pada gol Vinicius. Namun, ia merasa permainan tim kurang terorganisir. "Tim yang ingin menguasai 70 persen bola akan kesulitan saat lawan menguasai 30 persen sisanya. Barcelona memang menderita tanpa bola, tapi mereka selalu berusaha merebutnya kembali," kata Kroos. Ia menekankan bahwa menjaga penguasaan bola yang seimbang adalah kunci melawan Barcelona. Strategi serangan balik bisa berhasil dengan kualitas yang dimiliki tim, tetapi peluang untuk menang tetap tipis jika permainan tim tidak lebih terstruktur.

Baca Juga