Portalandalas.com - Abim Briliant, pelajar berusia 16 tahun asal Kabupaten Lebong, Bengkulu, sempat dinyatakan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Kaba, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu (17/1/2026).
Kehilangan pendaki itu segera ditangani oleh tim SAR gabungan. Setelah melakukan pencarian, Abim berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Koordinator SAR Rejang Lebong, Yudi Patria, menjelaskan bahwa penemuan korban berawal dari temuan jejak kaki, uang pecahan Rp10.000, dan tas ransel milik Abim di jalur pendakian. “Korban ditemukan di belakang Kubah 1 Bukit Kaba, sekitar 100 meter dari jalur utama, masih berada di kawasan pendakian. Di sekitar lokasi juga terlihat bekas jatuh yang diduga berkaitan dengan kondisi korban sebelum ditemukan,” ungkap Yudi, Senin (19/1/2026).
Pencarian semakin difokuskan setelah temuan barang-barang tersebut. “Tim menyisir jalur berdasarkan jejak kaki, uang, dan tas korban, hingga akhirnya Abim berhasil ditemukan,” tambah Yudi.
Sebelum dijangkau, korban sempat merespons saat dipanggil tim SAR tiga kali, namun kemudian tidak ada respons lagi. Saat ditemukan, Abim dalam kondisi lemas dan tanpa busana, tetapi masih sadar. Ia bahkan sempat berkata, “Sadar aku nih, cuma litak bae” (Saya sadar, cuma capek saja).
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tim SAR menduga Abim mengalami hipotermia, terlihat dari tubuhnya yang menggigil hebat. “Kemungkinan besar korban mengalami hipotermia. Kami langsung melakukan penanganan awal di tempat untuk menjaga suhu tubuhnya sebelum evakuasi,” jelas Yudi.
Setelah dievakuasi dari kawasan Bukit Kaba, Abim dibawa ke Puskesmas Sumber Urip untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut. Setelah kondisinya stabil, korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa pulang ke Kabupaten Lebong. “Saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga, sehingga operasi SAR untuk pencarian pendaki hilang di Bukit Kaba resmi ditutup,” tutup Yudi.
Sebelumnya, Abim diketahui melakukan pendakian bersama beberapa rekannya pada Sabtu, 17 Januari 2026. Namun hingga sore hari, ia belum turun dari puncak, sementara rekan-rekannya sudah kembali ke bawah.

