MUI Jambi Resmi Nahkoda Baru, Al Haris Janji Dukungan Asal Aktif Turun ke Masyarakat

Menu Atas

MUI Jambi Resmi Nahkoda Baru, Al Haris Janji Dukungan Asal Aktif Turun ke Masyarakat

Portal Andalas
Selasa, 13 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Susunan pengurus Dewan Pimpinan, Komisi, dan Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi untuk masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu malam (10/1/2026). Acara pengukuhan berlangsung khusyuk di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat KH Arif Fahrudin. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Anggota DPD RI daerah pemilihan Jambi Hasan Basri Agus yang juga menjabat Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Wakapolda Jambi, para ulama, tokoh masyarakat, serta para ketua MUI kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan posisi penting MUI sebagai pilar moral dan spiritual umat. Ia menggambarkan MUI sebagai cahaya penerang yang harus terus dijaga agar tetap menyinari kehidupan masyarakat. “Kalau lampunya tidak kita nyalakan, MUI bisa saja meredup, Pak Kyai. Ada pengurus, tapi jika tidak aktif, hasilnya sama saja. Karena itu, pengurus harus hadir, berinisiatif, dan benar-benar turun langsung ke tengah umat,” ujar Al Haris. Al Haris menilai, MUI tidak boleh berhenti sebagai lembaga simbolik semata. Perannya harus dirasakan nyata oleh masyarakat, peka terhadap persoalan umat, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketenteraman sosial dan kehidupan beragama. Ia juga menekankan pentingnya filosofi kearifan lokal Jambi, Tali Tigo Sepilin—Ulama, Umaro, dan Lembaga Adat—yang harus berjalan seiring dan saling memperkuat. “Kalau ketiganya solid, dampaknya akan sangat besar. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah siap mendukung. Jika MUI bekerja dengan baik, anggaran siap ditambah, karena sekarang sistemnya berbasis kinerja,” tegasnya. Selain itu, Al Haris menyoroti berbagai persoalan serius yang tengah dihadapi umat, mulai dari maraknya praktik rentenir yang beroperasi langsung di desa-desa, penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, hingga persoalan sosial-keagamaan seperti isbat nikah dan tantangan regulasi baru. “Rentenir ini sangat berbahaya. Bukan yang online, tapi yang nyata berkeliling kampung. Narkoba, judi online, semuanya butuh perhatian serius. MUI memiliki peran besar melalui fatwa dan kerja sama lintas sektor,” jelasnya. Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Jambi terpilih, H Umar Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas dukungan yang diberikan, termasuk fasilitasi pelantikan dan rencana pelaksanaan rapat kerja MUI ke depan. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi MUI saat ini semakin kompleks. MUI tidak hanya berperan sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai penjaga akidah umat di tengah derasnya arus informasi digital dan masuknya berbagai paham baru. “Sekarang semuanya ada di genggaman HP. Anak-anak muda sangat mudah terpengaruh. Tanggung jawab MUI besar untuk menjaga umat dan akidah agar tidak terkikis,” ujar Umar Yusuf. Ia menjelaskan, rapat kerja MUI mendatang akan membahas sejumlah isu penting, di antaranya fatwa terkait judi online, kerusakan lingkungan, perambahan hutan secara ilegal, hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Insyaallah, komisi fatwa akan melahirkan keputusan yang bermanfaat dan menjadi pedoman yang jelas bagi umat,” katanya. Menutup sambutannya, Umar Yusuf mengajak seluruh pengurus MUI Provinsi Jambi untuk bekerja secara kolektif, solid, dan penuh keikhlasan, serta menjadikan amanah kepengurusan ini sebagai ladang ibadah. “Harapan umat sangat besar kepada kita. Mari kita jaga amanah ini sebaik mungkin demi kemaslahatan umat, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.

Baca Juga