Insiden Memprihatinkan di SMKN 3 Tanjabtim, Al Haris: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Menu Atas

Insiden Memprihatinkan di SMKN 3 Tanjabtim, Al Haris: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Portal Andalas
Kamis, 15 Januari 2026
Bagikan:

Pemerintah Provinsi Jambi menanggapi dengan serius dugaan kasus pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026. Kejadian ini menjadi perhatian luas setelah video insiden tersebut tersebar di media sosial dan menimbulkan keprihatinan masyarakat.

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan dan mencoreng dunia pendidikan. Meski demikian, ia memastikan bahwa proses pengungkapan fakta akan dilakukan secara menyeluruh, objektif, serta menjunjung prinsip keadilan.

Al Haris mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menunggu hasil klarifikasi resmi. Ia menegaskan, apabila nantinya terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru, maka sanksi akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia juga menekankan bahwa tindakan kekerasan oleh siswa terhadap guru tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Menurutnya, aksi main hakim sendiri, terlebih jika dilakukan oleh peserta didik terhadap tenaga pendidik, merupakan perbuatan yang tidak bisa ditoleransi dan menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat etika serta pembentukan karakter di lingkungan sekolah.

Ia menilai peristiwa ini sebagai kejadian serius yang harus dijadikan bahan evaluasi bersama, baik oleh guru, siswa, maupun pihak sekolah. Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, saling menghargai, serta menyelesaikan permasalahan melalui jalur dan mekanisme yang tepat.
Al Haris menyebutkan bahwa berdasarkan laporan awal terdapat dugaan adanya ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa. Namun, informasi tersebut masih bersifat sementara dan perlu pendalaman lebih lanjut agar tidak menimbulkan penilaian sepihak.

Untuk menghindari polemik berkepanjangan, Gubernur Jambi mendorong penyelesaian kasus ini melalui pendekatan musyawarah dan kekeluargaan, tanpa mengabaikan aturan hukum dan disiplin yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa semua pihak perlu duduk bersama guna mencari solusi terbaik agar persoalan ini tidak berdampak negatif terhadap proses belajar-mengajar maupun masa depan para siswa.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jambi memastikan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan turun langsung ke sekolah terkait untuk melakukan pendalaman, mendengarkan keterangan dari seluruh pihak, serta merumuskan langkah penyelesaian yang tepat.

Al Haris berharap hasil klarifikasi dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi kejadian dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang adil serta bijaksana. Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan di Jambi menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Baca Juga