Disdik Jambi Turun Tangan Usai Video Keributan Guru dan Siswa Beredar

Menu Atas

Disdik Jambi Turun Tangan Usai Video Keributan Guru dan Siswa Beredar

Portal Andalas
Jumat, 16 Januari 2026
Bagikan:

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi memberikan tanggapan atas viralnya rekaman video keributan yang melibatkan seorang guru dan sejumlah siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Disdik menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut dan memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut dengan mengirimkan tim ke lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama tim SMK Disdik Provinsi Jambi untuk segera mendatangi SMKN 3 Tanjab Timur guna melakukan pendalaman kasus.
“Kami menyesalkan kejadian ini. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai positif. Insya Allah dalam waktu dekat tim dari bidang GTK dan SMK Disdik akan turun langsung ke lapangan untuk mengkaji persoalan ini,” ujar Umar, Rabu (14/1/2026).

Ia juga mengimbau seluruh warga sekolah agar tetap bersikap arif dan menahan diri demi menjaga situasi tetap kondusif, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Menurutnya, setiap persoalan di dunia pendidikan harus diselesaikan secara edukatif, objektif, dan berkeadilan.
Sebelumnya, media sosial ramai memperbincangkan sebuah video berdurasi sekitar 3 menit 28 detik yang menampilkan keributan antara seorang guru dan beberapa siswa, yang diduga terjadi di SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak.
Dalam rekaman tersebut, terlihat guru terlibat adu mulut dengan murid-muridnya. Perdebatan yang awalnya berupa cekcok kemudian memanas hingga berujung kericuhan. Bahkan, guru itu diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini diduga dipicu oleh pernyataan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa. Guru tersebut disebut mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan sebutan “miskin”, sehingga memicu emosi dan reaksi keras dari para siswa.
Video tersebut juga memperlihatkan sejumlah siswa lain berada di sekitar lokasi kejadian. Sebagian diduga ikut terlibat langsung, sementara lainnya hanya menyaksikan situasi yang semakin tak terkendali. Suasana sekolah pun tampak gaduh dan menarik perhatian publik.

Selain itu, beredar pula rekaman lanjutan yang memperlihatkan guru tersebut mengejar para siswa setelah kejadian, diduga sambil membawa benda tajam yang menyerupai celurit. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keamanan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan memfasilitasi proses mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, para orang tua siswa, serta unsur Forkopimcam.

“Benar, hari ini kami akan menggelar mediasi bersama pihak sekolah, guru, orang tua murid, dan unsur terkait lainnya. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan menemukan titik temu,” ujarnya singkat.

Baca Juga