Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi, Fahmi, di Jambi, Kamis, menyampaikan bahwa DBD tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap aspek sosial, ekonomi, hingga ketahanan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen kuat serta sinergi lintas sektor.
DBD sendiri merupakan penyakit endemik yang berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) bahkan epidemi jika tidak ditangani dengan baik.
Fahmi menilai peran Pokjanal DBD sangat penting sebagai penggerak masyarakat sekaligus penguat koordinasi antarinstansi. Ia berharap rapat koordinasi ini mampu meningkatkan sinergi, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD demi melindungi masyarakat.
Pemerintah Kota Jambi juga terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus serta program Satu Rumah Satu Jumantik.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi, Kamal Firdaus, menyatakan bahwa koordinasi tersebut diharapkan dapat menekan angka kasus DBD seminimal mungkin.
Ia menekankan bahwa pengendalian DBD membutuhkan peran serta semua pihak, termasuk masyarakat yang diimbau memanfaatkan program unggulan seperti layanan darurat Call Center Bahagia 112.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Elvi Roza, Camat Paal Merah Abdul Sadam, para kepala OPD terkait, kepala puskesmas, camat dan lurah se-Kota Jambi, serta Tim Penggerak PKK.
