Akibat penolakan tersebut, petugas pengantar harus membawa kembali paket makanan yang sebelumnya telah didistribusikan ke sekolah.
Rekaman video penolakan itu pun beredar luas di . Dalam video terlihat petugas SPPG mengumpulkan kembali piring berisi makanan yang belum disentuh ke dalam kendaraan.
“Maaf ya mas, dibawa balik lagi. Menunya itu-itu saja, anak-anak tidak mau,” ujar seorang perempuan dalam video tersebut.
Penolakan ini diduga terjadi karena menu yang disajikan kurang sesuai dengan selera siswa. Meskipun program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi pelajar, kenyataannya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.
Beberapa pihak menilai bahwa variasi menu menjadi hal penting agar program ini dapat diterima dengan baik oleh para siswa.
Diketahui, program MBG tersebut disalurkan melalui dapur SPPG yang berada di Desa , Kecamatan .
Sementara itu, pihak pengelola SPPG di Mekar Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik, mengingat tujuan utama program MBG adalah untuk meningkatkan gizi siswa.
Kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola program, khususnya dalam penyusunan menu yang lebih bervariasi dan sesuai dengan preferensi pelajar.
