Portalandalas.com - Jambi – Dalam upaya menjalankan peran partai politik sebagai sarana edukasi dan peningkatan wawasan politik masyarakat, DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Jambi menggelar kegiatan **Sekolah Politik for Gen Z** pada Ahad, 12 April 2026 di Kantor DPTD PKS Kota Jambi.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta berusia di bawah 35 tahun, yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. Program ini merupakan gagasan Sekretaris DPD PKS Kota Jambi, Wasril Tanjung, yang berkolaborasi dengan Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa.
Acara diawali dengan pemaparan dari Ketua DPD PKS Kota Jambi, Z Muttaqin, yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia politik. Ia menyampaikan bahwa dalam sejarah peradaban, pemuda kerap menjadi pelaku utama perubahan, bukan sekadar penonton.
“Sudah saatnya anak muda terlibat dalam politik. Politik adalah seni mengelola berbagai kepentingan. Jika kita tidak ikut ambil bagian, maka kita akan dikendalikan oleh kepentingan pihak lain,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara terlibat dalam politik, pandangan terhadap dunia politik, hingga proses yang harus dilalui untuk berkiprah di dalamnya.
Sesi selanjutnya diisi oleh Rizqi Satria Prayogie, anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PKS sekaligus Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa. Ia berbagi pengalaman terkait dinamika kerja di lembaga legislatif, serta menyoroti pentingnya pengalaman organisasi sejak dini.
Menurutnya, para aktivis organisasi kampus memiliki keunggulan dalam hal komunikasi dan penguasaan forum yang sangat berguna di ruang sidang DPRD.
“Kalian yang aktif berorganisasi sejak muda sangat beruntung. Saya melihat sendiri bagaimana mantan aktivis kampus mampu tampil percaya diri dan menguasai forum di DPRD,” ungkapnya.
Semangat peserta semakin meningkat seiring berjalannya sesi, ditandai dengan diskusi yang semakin hidup dan interaktif.
Pada sesi penutup, Wasril Tanjung memaparkan secara rinci proses berkarier di partai politik, termasuk peluang, tantangan, serta tahapan kaderisasi yang harus dilalui bagi mereka yang ingin serius terjun ke dunia politik.
“Jika ingin menjadi pengurus PKS, tentu harus mengikuti proses kaderisasi. Namun jika hanya ingin berpartisipasi dalam kegiatan, itu juga diperbolehkan,” jelasnya.
Sebagai puncak acara, peserta diberikan kesempatan untuk bergabung menjadi anggota PKS. Menariknya, seluruh peserta yang hadir menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari partai dan langsung diarahkan ke dalam kelompok sesuai minat guna mengikuti proses kaderisasi lanjutan.
Kegiatan perdana ini dinilai sukses, tidak hanya dalam memberikan pemahaman politik, tetapi juga dalam menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif di dalamnya.
Sekolah Politik for Gen Z direncanakan menjadi program rutin yang akan digelar setiap tiga bulan sekali. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 dengan materi yang lebih mendalam.

