Portalandalas.com - Henti jantung atau cardiac arrest ternyata tidak selalu menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, menurut dokter, banyak kasus justru terjadi pada orang yang terlihat sehat dan aktif.
Kondisi ini kerap membuat masyarakat lengah karena henti jantung bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda atau gejala sebelumnya.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Hasjim Hasbullah, mengungkapkan bahwa tidak sedikit kasus henti jantung dialami oleh orang yang tampak bugar.
Ia menegaskan bahwa siapa pun berisiko mengalami kondisi ini, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan jantung. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya?
**Mengapa orang sehat bisa mengalami henti jantung?**
Henti jantung terjadi ketika fungsi jantung berhenti secara mendadak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.
Menurut dr. Hasjim, ada sejumlah faktor tersembunyi yang bisa memicu kondisi ini meski seseorang tampak sehat. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi jantung secara perlahan.
Selain itu, gaya hidup juga berperan besar. Pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan buruk lainnya dapat menurunkan fungsi jantung tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa faktor genetik bukan satu-satunya penentu, karena pola hidup tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan.
Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tertentu, namun mampu menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah tetap stabil, maka risiko tersebut bisa ditekan.
**Waktu kritis yang menentukan nyawa**
Dalam kasus henti jantung, waktu menjadi faktor paling krusial. Otak manusia hanya mampu bertahan beberapa menit tanpa pasokan oksigen.
Dalam 4–6 menit tanpa oksigen, otak mulai mengalami kerusakan. Jika lebih dari itu, risiko kerusakan permanen semakin besar, bahkan setelah 10 menit kemungkinan kerusakan otak berat hampir tidak bisa dihindari.
Karena itu, pertolongan pertama harus segera diberikan ketika seseorang tidak bernapas dan tidak menunjukkan tanda sirkulasi. Penanganan cepat sangat menentukan peluang keselamatan.
Dokter juga menekankan pentingnya kemampuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat umum, karena tidak mungkin selalu mengandalkan tenaga medis datang dalam waktu singkat.
**Pentingnya deteksi dini dan pencegahan**
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya penting bagi penderita penyakit, tetapi juga bagi orang yang merasa sehat. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini.
Jika mulai merasakan gejala seperti mudah lelah atau muncul ketidaknyamanan di dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Selain itu, menjaga gaya hidup sehat menjadi langkah utama pencegahan. Istirahat yang cukup, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga fungsi jantung tetap optimal.
Dengan kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, risiko henti jantung dapat diminimalkan meski tanpa gejala sebelumnya.

