Portalandalas.com - Lemari pendingin sering dijadikan pilihan utama untuk menyimpan berbagai bahan makanan agar lebih awet. Memang, suhu dingin mampu memperpanjang masa simpan banyak jenis makanan. Namun, hal ini ternyata tidak berlaku untuk cokelat.
Menurut demonstrator baking Parrot Chocolate, Chef Herald Datung Banua Dalope, cokelat justru tidak dianjurkan disimpan di dalam kulkas. Ia menjelaskan bahwa sisa cokelat sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari pendingin karena dapat mempercepat kerusakan.
Chef Herald mengungkapkan bahwa embun yang terbentuk di dalam kulkas bisa menguap dan memengaruhi kualitas cokelat. Kondisi ini membuat cokelat menjadi rusak atau sulit dilelehkan saat akan digunakan kembali, misalnya untuk membuat kue.
Sebagai alternatif, ia menyarankan agar cokelat disimpan di suhu ruang yang sejuk dengan kondisi kemasan tertutup rapat. Cara ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kualitas serta daya tahan cokelat.
Menurutnya, cukup membungkus kembali cokelat dengan rapi, lalu simpan di tempat bersuhu normal. Selama kemasannya tertutup dengan baik dan tempat penyimpanannya bersih, masa simpan cokelat tetap bisa mengikuti tanggal kedaluwarsa yang tertera.
Selain itu, penting juga untuk menjauhkan cokelat dari paparan panas atau suhu yang terlalu hangat. Hal ini bertujuan agar tekstur cokelat tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan.
Jika cokelat disimpan di tempat yang terlalu hangat, bisa muncul lapisan putih di permukaannya yang dikenal sebagai fat bloom. Kondisi ini terjadi karena lemak kakao terpisah dan naik ke permukaan akibat suhu panas.
Sekilas, fat bloom memang terlihat seperti jamur, tetapi sebenarnya bukan. Chef Herald menegaskan bahwa cokelat dengan kondisi tersebut masih aman untuk dikonsumsi.
Lapisan putih tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika cokelat dipindahkan ke tempat dengan suhu yang lebih stabil dan sejuk. Oleh karena itu, jika fat bloom muncul, sebaiknya segera simpan cokelat di lokasi yang lebih dingin namun tidak terlalu lembap.

