Berlumpur, Terjal, dan Ekstrem: Begini Cara Arif Wismoyono Menjadi Juara Kerinci100

Menu Atas

Berlumpur, Terjal, dan Ekstrem: Begini Cara Arif Wismoyono Menjadi Juara Kerinci100

Portal Andalas
Senin, 06 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pelari lintas alam Arif Wismoyono keluar sebagai juara, menyingkirkan 28 pesaing dari dalam maupun luar negeri pada ajang Kerinci100 yang digelar di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada 4–5 Maret 2026. Arif menembus garis finis pada Sabtu pukul 21.59 WIB, setelah menaklukkan medan terjal dan hamparan rawa selama hampir 18 jam penuh. Dalam perlombaan yang menempatkan Gunung Kerinci sebagai latar utama, ia berhasil mengungguli 12 pelari nasional dan 16 peserta internasional. “Saya kira sudah habis, hutan itu (Gunung Tujuh), ampun, hutan belantara, penuh duri-duri, tapi seru. Lalu ada rawa yang ‘flat’, tidak bisa lari,” ujarnya usai menyentuh garis kemenangan pada Sabtu malam. Data dari penyelenggara menunjukkan, Arif memulai tantangan pertamanya pukul 05.54 WIB menuju puncak Gunung Kerinci. Setelah menanjak lebih dari dua jam, tepat pukul 08.26 WIB, ia berhasil mencapai puncak setinggi 3.805 Mdpl, sekaligus menjadi pelari maraton pertama yang menaklukkan atap Sumatera. Usai melewati cek poin pertama, ia melanjutkan perjalanan menuruni gunung dan memasuki jalur hutan berikutnya menuju cek poin di Danau Gunung Tujuh. Pelari yang aktif sejak 2014 ini menembus cek poin kedua di Air Terjun Telun Berasap pada pukul 11.56 WIB, unggul 20 menit dari pesaing terdekat, Werfan Sinaga. Setelah beristirahat sejenak dan minum di pintu rimba sebelum Danau Gunung Tujuh, Arif kembali melanjutkan perjalanan pukul 12.43 WIB menuju danau tertinggi kedua di Indonesia itu. Tahapan ini berhasil ia selesaikan dalam waktu 1 jam 21 menit. Dengan tenaga yang tersisa, Arif menghadapi tantangan berikutnya, yakni melewati medan basah di Rawa Bento Kerinci. Meski sulit dan berlumpur, ia berhasil menaklukkan rintangan ini dan akhirnya finis pertama kategori jarak jauh, menempuh total 100 km. Direktur Operasi Dian Ersukmara menjelaskan, lomba lintas alam di Kerinci memiliki karakter unik yang tidak dimiliki gunung berapi lain di Indonesia. Ditambah lagi, literasi jalur yang terbatas membuat perlombaan ini semakin menarik bagi para pecinta petualangan. Jalur yang dilalui sangat bervariasi, dari tanjakan dan turunan hingga kawasan rawa yang menuntut konsentrasi tinggi. “Lintasan dan hambatan belum banyak diketahui. Cara menghadapi bentang alam dan rawa berbeda-beda. Target waktu untuk kategori 100 km sekitar 33 jam,” jelas Dian sebelum lomba dimulai.

Baca Juga