10 Pengeluaran Tak Penting yang Diam-Diam Bikin Dompetmu Menjerit

Menu Atas

10 Pengeluaran Tak Penting yang Diam-Diam Bikin Dompetmu Menjerit

Portal Andalas
Senin, 06 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Mengelola keuangan pribadi sering kali terasa berat, bukan semata karena penghasilan yang terbatas, melainkan karena kebiasaan belanja kecil yang luput dari perhatian. Banyak pengeluaran tampak sepele—seperti membeli minuman kekinian atau berlangganan layanan digital—namun jika dilakukan terus-menerus, jumlahnya bisa membengkak hingga jutaan rupiah dalam setahun. Tanpa perencanaan yang matang, uang yang seharusnya bisa disimpan justru habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Prinsip *frugal living* menekankan penggunaan uang secara lebih sadar, yakni hanya untuk kebutuhan yang benar-benar memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pola hidup yang lebih bijak, kamu tetap bisa hidup nyaman tanpa harus boros. Berikut beberapa pengeluaran yang sebaiknya mulai dikurangi agar kondisi keuangan lebih stabil dan sehat: **1. Terlalu sering mengganti ponsel karena tren** Banyak orang tergoda membeli ponsel terbaru setiap kali ada peluncuran model baru, meskipun perangkat lama masih berfungsi dengan baik. Padahal, fungsi utama seperti komunikasi, pekerjaan, dan hiburan masih bisa dipenuhi. Kebiasaan ini hanya akan memperbesar pengeluaran, apalagi nilai ponsel cepat turun hingga 30–40 persen dalam setahun. **2. Membeli air minum kemasan setiap hari** Sekilas terlihat murah, tetapi jika dilakukan setiap hari, pengeluaran ini bisa menumpuk. Dengan harga sekitar Rp5 ribu per botol, dalam sebulan bisa mencapai Rp150 ribu, bahkan sekitar Rp1,8 juta dalam setahun. Membawa botol minum sendiri jauh lebih hemat dan ramah lingkungan. **3. Makan siang di luar setiap hari kerja** Praktis memang, tetapi makan di luar setiap hari bisa menguras kantong. Jika sekali makan sekitar Rp50 ribu selama 22 hari kerja, totalnya bisa lebih dari Rp1 juta per bulan atau sekitar Rp13 juta per tahun. Membawa bekal dari rumah bisa jadi solusi yang lebih ekonomis. **4. Berlangganan terlalu banyak layanan digital** Layanan streaming atau aplikasi premium memang menarik dengan biaya bulanan yang terlihat murah. Namun jika berlangganan banyak platform sekaligus tanpa dimanfaatkan secara maksimal, total biaya bisa membengkak hingga ratusan ribu rupiah per bulan. Sebaiknya pilih layanan yang benar-benar sering digunakan. **5. Membeli suplemen tanpa kebutuhan jelas** Iklan sering membuat orang tergoda membeli berbagai suplemen kesehatan. Padahal, kebutuhan nutrisi umumnya bisa dipenuhi dari makanan bergizi dan gaya hidup sehat. Suplemen sebaiknya dikonsumsi hanya jika memang dianjurkan oleh tenaga medis. **6. Membeli aksesori hewan peliharaan berlebihan** Memanjakan hewan peliharaan memang menyenangkan, tetapi membeli terlalu banyak aksesori seperti pakaian atau mainan mahal bisa meningkatkan pengeluaran. Fokuslah pada kebutuhan utama seperti makanan, kebersihan, dan kesehatan hewan. **7. Membeli buku yang tidak dibaca** Diskon dan tampilan menarik sering membuat orang membeli buku secara impulsif. Namun, jika buku hanya menumpuk tanpa dibaca, pengeluaran tersebut menjadi sia-sia. Lebih baik membeli buku sesuai kebutuhan atau memanfaatkan perpustakaan dan e-book. **8. Menumpuk produk skincare dengan fungsi serupa** Banyaknya pilihan skincare membuat orang tergoda mencoba berbagai produk sekaligus. Padahal, perawatan dasar cukup sederhana: pembersih, pelembap, dan tabir surya. Membeli terlalu banyak produk justru meningkatkan pengeluaran tanpa manfaat tambahan yang signifikan. **9. Membeli pakaian murah berkualitas rendah** Harga murah memang menggoda, tetapi pakaian dengan kualitas rendah biasanya cepat rusak. Akibatnya, kamu harus sering membeli yang baru. Sebaliknya, pakaian berkualitas lebih baik bisa digunakan lebih lama dan lebih hemat dalam jangka panjang. **10. Terlalu sering membeli kopi atau minuman kekinian** Harga satu gelas mungkin terlihat kecil, tetapi jika dibeli setiap hari, totalnya bisa besar. Dengan harga Rp20–30 ribu per gelas, pengeluaran bulanan bisa mencapai Rp500 ribu atau sekitar Rp6 juta per tahun. Membuat sendiri di rumah bisa jauh lebih hemat. Mengurangi pengeluaran kecil yang tidak penting bisa memberi dampak besar bagi keuanganmu. Dengan mengubah kebiasaan belanja secara perlahan, kamu bisa menghemat jutaan rupiah setiap tahun tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup. Dana tersebut dapat dialihkan untuk tabungan, dana darurat, atau investasi demi masa depan yang lebih terjamin. sumber : https://www.msn.com/id-id/ekonomi/other/10-benda-yang-sebaiknya-tidak-dibeli-karena-bikin-pengeluaran-bengkak/ar-AA1ZDutO?ocid=msedgdhp&pc=U531&cvid=69d22cdd4d4946bf8da8bf0f9a44a5f7&ei=11

Baca Juga