Ubi Jalar Ternyata Tak Cocok untuk Semua Orang, Ini Penjelasannya

Menu Atas

Ubi Jalar Ternyata Tak Cocok untuk Semua Orang, Ini Penjelasannya

Portal Andalas
Sabtu, 21 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang kaya akan kandungan nutrisi, seperti vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan informasi dari National Library of Medicine, sekitar setengah dari kandungan serat dalam ubi jalar termasuk serat larut. Jenis serat ini berperan penting dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sekaligus menjaga kesehatan jantung. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, tidak semua orang disarankan untuk mengonsumsi ubi jalar. Pada kondisi kesehatan tertentu, makanan ini justru bisa memperburuk keadaan. Lalu, siapa saja yang sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi ubi jalar? Kelompok yang Tidak Dianjurkan Mengonsumsi Ubi Jalar Berikut beberapa kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu yang perlu berhati-hati terhadap konsumsi ubi jalar: 1. Penderita Batu Ginjal Orang yang memiliki riwayat batu ginjal dianjurkan untuk membatasi konsumsi ubi jalar. Hal ini karena ubi jalar mengandung senyawa oksalat dalam jumlah tinggi, yang dapat memicu terbentuknya batu ginjal jenis kalsium oksalat, yakni jenis yang paling umum. Meski begitu, jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya ubi jalar dipadukan dengan makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, atau yogurt. Kombinasi ini dapat membantu mengikat oksalat di saluran pencernaan sehingga tidak sampai ke ginjal dan membentuk batu. 2. Orang dengan Gangguan Kadar Kalium Ubi jalar juga dikenal memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi, sekitar 700 miligram per buah, atau setara dengan 15 persen dari kebutuhan harian. Jika dikonsumsi secara berlebihan, hal ini bisa memicu kondisi hiperkalemia, yaitu meningkatnya kadar kalium dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan serius, seperti masalah jantung hingga risiko fatal. Risiko tersebut bisa semakin besar jika ubi jalar dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu yang juga meningkatkan kadar kalium, seperti beta-blocker. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya secara rutin dalam jumlah banyak. 3. Penderita Penyakit Hati Kandungan beta-karoten dalam ubi jalar memang bermanfaat, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan hipervitaminosis A, yaitu penumpukan vitamin A di dalam tubuh, khususnya di hati. Dampaknya mungkin terlihat ringan, seperti perubahan warna kulit dan kuku menjadi kekuningan atau oranye. Namun, dalam jangka panjang, kelebihan vitamin A juga dapat menyebabkan rambut menjadi kasar, rontok sebagian, bibir pecah-pecah, serta kulit kering. Bahkan, konsumsi vitamin A dalam dosis tinggi secara terus-menerus dapat berisiko menimbulkan kerusakan pada hati.

Baca Juga