Terungkap! Ini Jumlah Uang Tunai Ideal untuk Situasi Darurat

Menu Atas

Terungkap! Ini Jumlah Uang Tunai Ideal untuk Situasi Darurat

Portal Andalas
Selasa, 31 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, semakin banyak orang beralih ke sistem pembayaran non-tunai, seperti menggunakan aplikasi keuangan maupun QRIS. Akibatnya, kebiasaan menyimpan uang cash di rumah pun mulai ditinggalkan. Namun, bayangkan jika suatu saat terjadi pemadaman listrik, gangguan internet, atau mesin ATM tidak berfungsi. Dalam kondisi darurat seperti bencana alam atau sistem pembayaran digital yang bermasalah, uang tunai justru menjadi penyelamat utama. Lalu, berapa sebenarnya jumlah ideal uang tunai yang sebaiknya disimpan di rumah? Para ahli keuangan pun memiliki pandangan tersendiri mengenai hal ini. Jumlah ideal uang tunai di rumah: tidak perlu berlebihan Berdasarkan survei GOBankingRates yang dilansir Yahoo Finance, sebagian besar masyarakat Amerika memilih menyimpan uang tunai di rumah dalam jumlah kurang dari Rp8 juta. Sekitar 14 persen menyimpan antara Rp8 juta hingga Rp16 juta, dan hanya sebagian kecil, yakni 6 persen, yang menyimpan lebih dari Rp48 juta. Perencana keuangan Ryan McCarty menyarankan agar uang tunai yang disimpan di rumah tidak melebihi 10 persen dari total dana darurat, atau maksimal sekitar Rp160 juta. Namun, angka tersebut hanyalah batas tertinggi, bukan jumlah yang dianjurkan secara umum. Sementara itu, pakar keuangan Danielle Miura merekomendasikan jumlah yang lebih sederhana, yakni sekitar Rp1,6 juta hingga Rp3,2 juta saja. Nominal ini dinilai cukup untuk kebutuhan mendesak, seperti membeli bahan bakar, memberi tip, atau keperluan kecil lainnya. Di sisi lain, Jesse Cramer dari Cobblestone Capital Advisors menyarankan agar uang tunai di rumah tidak lebih dari Rp16 juta. Menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah dinilai berisiko, baik karena potensi pencurian, kebakaran, maupun kecenderungan untuk menggunakannya secara impulsif. Tips aman menyimpan uang tunai di rumah Jika tetap ingin menyimpan uang tunai di rumah, pastikan tempat penyimpanannya aman. Pakar keuangan Matthew Dailly menyarankan penggunaan brankas yang tahan api dan air, serta dipasang secara permanen. Selain itu, uang juga perlu diperiksa secara berkala agar tidak rusak atau usang. Jay Zigmont menambahkan bahwa selain risiko kehilangan, menyimpan uang tunai di rumah juga bisa memicu kebiasaan belanja impulsif. Sebagai langkah antisipasi, ia menyarankan agar akses ke brankas dibatasi, misalnya dengan mempercayakan kuncinya kepada pasangan atau anggota keluarga lain. Sementara itu, menurut CNBC, jumlah uang tunai yang ideal untuk disimpan di rumah berkisar antara Rp4,8 juta hingga Rp16 juta. Besaran ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tempat tinggal serta potensi risiko seperti bencana alam atau gangguan sistem keuangan. Simpan secukupnya, utamakan dana darurat Meski penting memiliki uang tunai, bukan berarti seluruh dana darurat harus disimpan di rumah. Para ahli tetap menyarankan agar sebagian besar dana darurat disimpan di rekening tabungan dengan bunga tinggi. Idealnya, dana darurat mencukupi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan. Namun, bagi yang bekerja di sektor dengan risiko PHK tinggi, sebaiknya menyiapkan cadangan hingga sembilan sampai dua belas bulan. Bagi yang baru mulai menabung, tidak perlu khawatir. Menurut Crystal McKeon, memiliki dana awal sekitar Rp16 juta sudah cukup untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak, seperti perbaikan kendaraan, biaya medis ringan, atau renovasi kecil di rumah.

Baca Juga