Portalandalas.com - Kurma hampir selalu identik dengan bulan Ramadan. Rasanya seperti ada yang kurang bila momen berbuka puasa dilewatkan tanpa menyantap buah manis ini. Bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, berbuka dengan kurma juga merupakan sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan untuk diikuti umat Muslim.
Umumnya, kurma dimakan dalam jumlah ganjil, seperti tiga hingga lima butir. Cita rasanya yang manis alami mampu membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah tubuh menahan lapar dan haus seharian. Namun, karena rasanya yang legit, tak sedikit orang bertanya-tanya: apakah kurma sebenarnya mengandung gula? Jika benar, seberapa besar kandungan gulanya? Berikut penjelasan lengkapnya.
### 1. Kurma Punya Lebih dari 100 Varietas
Banyak orang mengenal kurma sebagai buah kecil berwarna cokelat gelap dengan tekstur agak lengket. Ada pula yang berwarna cokelat keemasan. Perbedaan warna, ukuran, dan tekstur tersebut ternyata menandakan jenis atau varietas yang berbeda. Mengutip informasi dari Bateel, terdapat lebih dari 100 varietas kurma di dunia. Buah ini dipercaya sudah ada sejak masa prasejarah dan mulai dibudidayakan sekitar 8.000 tahun lalu.
Meskipun terlihat mirip, setiap varietas memiliki karakteristik unik, mulai dari tingkat kemanisan, ukuran, hingga tekstur daging buahnya. Salah satu yang paling populer adalah kurma Ajwa. Kurma ini berasal dari Kota Madinah dan dikenal sebagai satu-satunya varietas yang pernah didoakan oleh Nabi Muhammad SAW. Ajwa memiliki warna kehitaman, tekstur lembut menyerupai plum kering, serta rasa manis yang tidak berlebihan.
Selain Ajwa, ada pula kurma Medjool yang sangat populer di Indonesia. Jenis ini berukuran lebih besar, memiliki kulit luar yang lebih tebal, berwarna cokelat tua, serta rasa manis yang lebih kuat dibanding beberapa varietas lain.
### 2. Benarkah Kurma Mengandung Gula?
Karena rasanya manis, hampir tidak mungkin kurma bebas dari gula. Justru sebaliknya, kurma termasuk buah dengan kandungan gula yang cukup tinggi dibandingkan komponen gizinya yang lain. Berdasarkan informasi dari Verywell Fit, satu buah kurma mengandung sekitar 4,5 hingga 5 gram gula, tergantung pada ukuran dan jenisnya.
Rasa manis tersebut sebagian besar berasal dari fruktosa, yaitu gula alami yang terdapat pada buah-buahan. Fruktosa bahkan memiliki tingkat kemanisan hampir dua kali lipat dibandingkan glukosa. Selain fruktosa, kurma juga mengandung glukosa dan sukrosa dalam jumlah tertentu. Meski demikian, gula pada kurma merupakan gula alami yang memang terkandung dalam buah, bukan gula tambahan seperti pada makanan olahan atau pencuci mulut.
Karena berasal dari sumber alami, gula dalam kurma relatif lebih mudah diserap tubuh dan disertai nutrisi lain seperti serat, vitamin, dan mineral.
### 3. Berapa Konsumsi Kurma yang Dianjurkan?
Seperti buah pada umumnya, kurma menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Mengacu pada informasi dari Medicinet, kurma mengandung serat, karbohidrat, sedikit protein, zat besi, folat, lemak dalam jumlah kecil, serta mineral penting seperti magnesium dan kalium yang cukup tinggi.
Berkat kandungan tersebut, kurma memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu menjaga kesehatan jantung berkat seratnya, melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas melalui antioksidan, serta mendukung kesehatan pencernaan dengan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus. Selain itu, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, berkisar antara 43–55, sehingga kenaikan gula darah tidak terlalu drastis bila dikonsumsi dalam batas wajar.
Namun, meskipun menyehatkan, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan. Idealnya, kurma dikonsumsi sekitar tiga hingga lima buah per hari. Jumlah tersebut tentu perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Karena kandungan kaliumnya cukup tinggi, penderita gangguan ginjal sebaiknya membatasi asupan kurma. Begitu pula bagi penderita diabetes, sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikannya konsumsi rutin. Selain itu, konsumsi berlebihan juga bisa menimbulkan efek samping seperti perut kembung, sakit perut, diare, bahkan reaksi alergi berupa ruam pada kulit.
Pada akhirnya, kurma memang mengandung gula dalam kadar yang cukup tinggi. Namun, gula tersebut merupakan gula alami yang berbeda dengan gula tambahan dalam makanan olahan. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, kurma tetap aman dan justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh, terutama saat berbuka puasa di bulan Ramadan.

