Di sepanjang jalur tersebut terlihat banyak lubang berukuran besar. Ketika musim hujan tiba seperti sekarang, lubang-lubang itu dipenuhi air hingga menyerupai kubangan, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Kerusakan jalan itu pun mulai menuai keluhan dari warga setempat. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Keluhan masyarakat juga ramai disampaikan melalui media sosial. Salah satunya datang dari seorang warganet bernama Satya yang mengunggah sindiran mengenai kondisi jalan tersebut. Dalam unggahannya, ia menyebut genangan air di jalan berlubang itu layaknya danau hingga terkesan seperti “objek wisata”.
Secara satir, ia bahkan menyarankan agar orang yang ingin berlibur datang ke daerah tersebut untuk melihat “danau” yang sebenarnya hanyalah jalan rusak yang dipenuhi air hujan.
Unggahan itu kemudian memicu beragam komentar dari warganet lainnya. Sebagian menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kerinci masih belum merata.
Seorang pengguna media sosial lainnya juga berpendapat bahwa pemerintah daerah dianggap lebih memprioritaskan wilayah tertentu, sementara sejumlah daerah lain sudah bertahun-tahun belum mendapatkan perhatian terkait perbaikan jalan.
Warga berharap berbagai keluhan yang muncul tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga kerusakan jalan di wilayah Lubuk Suli segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
