Hasil pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa gedung yang sebelumnya aktif digunakan untuk kegiatan perkuliahan kini tidak lagi terurus. Area halaman yang dahulu ramai oleh aktivitas mahasiswa kini dipenuhi rumput liar dan semak yang tumbuh tak terkendali.
Terbengkalainya kampus ini disebut-sebut bermula dari konflik internal yang pernah terjadi di lingkungan STIA Nusa beberapa tahun lalu. Pada masa itu, kampus dipimpin oleh seorang tokoh yang juga berkecimpung di dunia politik dan saat ini diketahui menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kerinci.
Perselisihan internal tersebut bahkan sempat memengaruhi operasional kampus. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pada periode tersebut muncul sejumlah persoalan serius, termasuk keterlambatan hingga tidak dibayarkannya gaji beberapa dosen.
Sejak konflik tersebut terjadi, aktivitas di Kampus 2 Biru Sekungkung perlahan terhenti hingga akhirnya bangunan tersebut kini dibiarkan terbengkalai. Kondisi ini pun menjadi perhatian masyarakat, mengingat gedung tersebut sebelumnya dibangun sebagai fasilitas pendidikan bagi generasi muda di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
