Portalandalas.com - Sebagian orang tetap memilih minum kopi saat sahur dengan harapan tubuh terasa lebih segar, berenergi, dan tidak mudah mengantuk berkat kandungan kafein di dalamnya.
Namun di balik efek stimulan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah minum kopi saat sahur aman bagi tubuh yang akan menjalani puasa lebih dari 12 jam tanpa asupan cairan?
Para ahli gizi dan pakar kesehatan pada umumnya tidak menganjurkan konsumsi kopi saat sahur maupun berbuka puasa. Hal ini karena kafein dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, terlebih ketika pola makan dan waktu istirahat berubah selama bulan Ramadan.
Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsi kopi saat sahur.
1. Kopi dapat mengganggu kualitas tidur
Prof. Ali Khomsan, pakar gizi dari IPB University, menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi bisa membuat seseorang tetap terjaga lebih lama dari biasanya.
Menurutnya, minuman berkafein seperti kopi atau teh berpotensi menyebabkan kesulitan tidur sehingga seseorang menjadi lebih lama terjaga.
Selama bulan Ramadan, waktu tidur biasanya sudah berkurang karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Jika ditambah konsumsi kopi, kualitas dan durasi tidur bisa semakin terganggu.
Padahal, istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, konsentrasi, serta stamina selama menjalani ibadah puasa.
2. Kopi dapat meningkatkan risiko dehidrasi
Kopi juga memiliki efek diuretik, yaitu membuat tubuh lebih sering buang air kecil.
Kafein dapat merangsang ginjal untuk mengeluarkan cairan lebih banyak, sehingga tubuh berpotensi kehilangan lebih banyak air.
Kondisi ini tentu kurang ideal saat berpuasa karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama sekitar 12 hingga 13 jam.
Akibatnya, risiko dehidrasi bisa meningkat. Kondisi ini dapat memicu rasa haus yang berlebihan, tubuh terasa lemas, pusing, serta menurunnya energi di siang hari.
3. Kopi dapat memicu naiknya asam lambung
Mengonsumsi kopi saat perut kosong, termasuk ketika sahur, juga berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.
Kafein diketahui dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang memisahkan kerongkongan dan lambung. Ketika katup ini melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Selain itu, kafein juga merangsang produksi asam lambung. Kombinasi kedua hal tersebut dapat memicu refluks asam lambung.
Gejalanya bisa berupa mual, nyeri pada ulu hati, perut kembung, hingga sensasi panas di dada atau yang dikenal dengan heartburn.
Bagi orang yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung, kondisi ini tentu perlu diwaspadai.
4. Kopi dapat menghambat penyerapan nutrisi
Minum kopi setelah makan, baik setelah sahur maupun berbuka, juga dapat memengaruhi penyerapan beberapa nutrisi penting.
Kandungan tanin yang terdapat dalam kopi diketahui dapat menghambat penyerapan mineral seperti kalsium dan seng.
Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, dalam jangka panjang bisa berdampak pada kecukupan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, konsumsi kopi saat sahur atau berbuka sebaiknya dibatasi, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah pada lambung.
Sebagai alternatif, memilih minuman yang lebih ramah bagi tubuh seperti air putih, susu, atau jus buah dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk menjaga energi, hidrasi, serta kondisi tubuh tetap optimal selama menjalankan puasa.

