Gagal Jantung Bisa Datang Perlahan atau Mendadak, Mana yang Lebih Berbahaya?

Menu Atas

Gagal Jantung Bisa Datang Perlahan atau Mendadak, Mana yang Lebih Berbahaya?

Portal Andalas
Minggu, 01 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Lemah jantung, yang dalam dunia medis dikenal sebagai *heart failure* atau gagal jantung, adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sesuai kebutuhan tubuh. Artinya, jantung tidak berhenti bekerja, tetapi kinerjanya menurun sehingga suplai darah dan oksigen ke organ-organ tubuh menjadi tidak mencukupi. Penyebab kondisi ini beragam, umumnya terkait kerusakan atau beban berkepanjangan pada otot jantung. Beberapa faktor yang kerap memicu antara lain penyakit arteri koroner, hipertensi, riwayat serangan jantung yang menimbulkan jaringan parut, serta gangguan otot jantung seperti kardiomiopati. Selain itu, kelainan irama jantung dan gangguan pada katup jantung juga dapat memperburuk fungsi jantung dari waktu ke waktu. Gejala lemah jantung biasanya berkembang perlahan dan memengaruhi berbagai bagian tubuh. Keluhan yang sering muncul meliputi sesak napas—terutama saat beraktivitas atau ketika berbaring—mudah lelah, serta pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan area perut akibat penumpukan cairan. Jika cairan menumpuk di paru-paru dan jaringan tubuh, kondisi ini sering disebut sebagai gagal jantung kongestif. Penderita juga bisa mengalami batuk berkepanjangan, jantung berdebar atau tidak teratur (palpitasi), menurunnya kemampuan melakukan aktivitas ringan, hingga gangguan tidur. Kondisi ini dapat berlangsung kronis dan memburuk secara bertahap, atau muncul secara tiba-tiba (akut), tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Penanganan lemah jantung biasanya mencakup kombinasi perubahan gaya hidup, pemberian obat, serta tindakan medis tertentu bila diperlukan, termasuk penggunaan alat bantu jantung. Anjuran yang umum diberikan meliputi pembatasan asupan garam, pengendalian tekanan darah, olahraga ringan sesuai rekomendasi dokter, serta pengelolaan penyakit penyerta seperti diabetes. Dengan deteksi lebih awal dan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan, perkembangan penyakit dapat diperlambat sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Baca Juga