Fakta Mengejutkan! Setengah Pria Tak Peduli Soal Kesuburan

Menu Atas

Fakta Mengejutkan! Setengah Pria Tak Peduli Soal Kesuburan

Portal Andalas
Selasa, 31 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Sekitar 15 persen pasangan mengalami kendala kesuburan yang memengaruhi peluang untuk memiliki keturunan. Sayangnya, di luar dunia medis, masalah infertilitas sering kali dianggap sebagai tanggung jawab perempuan semata. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Faktor kesuburan laki-laki maupun perempuan masing-masing menyumbang sekitar sepertiga dari total kasus infertilitas. Sisanya berasal dari kombinasi keduanya atau penyebab yang belum diketahui. Sebuah penelitian dari CCRM Fertility terhadap 1.000 pria dewasa menunjukkan bahwa hampir setengah responden tidak menyadari atau bahkan kurang peduli terhadap kondisi kesuburan mereka. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran laki-laki terhadap isu ini. Para ahli menilai, gangguan kesuburan pada laki-laki umumnya lebih mudah ditangani dibandingkan perempuan. Dengan penanganan yang tepat serta langkah pencegahan, peluang untuk meningkatkan kesuburan pun cukup besar. Namun, mengapa masalah ini jarang dibahas? Memahami Masalah Kesuburan Laki-Laki Masalah kesuburan pada pria berkontribusi sekitar sepertiga dari seluruh kasus infertilitas. Sepertiga lainnya berasal dari faktor perempuan, dan sisanya dari kombinasi keduanya atau penyebab yang belum teridentifikasi. Menurut ahli endokrinologi reproduksi, Dr. Aimee Eyvazzadeh, gangguan kesuburan pada laki-laki sebenarnya cukup umum terjadi. Hanya saja, sejak lama masyarakat cenderung menganggap infertilitas sebagai masalah perempuan. Perempuan dinilai lebih terbuka dalam membicarakan kondisi kesehatannya, termasuk soal kesuburan. Sementara itu, laki-laki cenderung enggan memeriksakan diri, padahal pemeriksaan sperma penting untuk mengetahui kondisi kesuburan sejak dini. Langkah sederhana seperti pemeriksaan kualitas sperma atau bahkan pembekuan sperma saat usia muda bisa menjadi upaya preventif. Namun, di Indonesia, langkah seperti ini masih jarang dilakukan. Dalam menilai kesuburan pria, ada beberapa parameter yang diperhatikan, seperti volume ejakulasi, jumlah sperma, pergerakan (motilitas), serta bentuk sperma. Jika salah satu parameter bermasalah, penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor kesehatan hingga genetik. Penyebab Infertilitas pada Laki-Laki Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria, di antaranya: * Kelainan pada testis, seperti ukuran kecil atau pembengkakan * Penyakit kronis seperti diabetes * Infeksi, termasuk infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual * Varikokel (pembesaran pembuluh darah di testis) * Gangguan hormon atau tiroid * Efek samping obat-obatan * Kelainan genetik * Masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini * Kanker atau tumor Meski begitu, banyak pria yang tidak menyadari kemungkinan adanya masalah tersebut. Survei menunjukkan, meskipun sebagian pernah mengalami kesulitan memiliki anak, mayoritas belum pernah melakukan pemeriksaan sperma. Penanganan Masalah Kesuburan Laki-Laki Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan, antara lain: 1. **Tindakan operasi** Misalnya untuk mengatasi varikokel atau sumbatan pada saluran sperma. 2. **Pengobatan infeksi dan konseling** Infeksi dapat diatasi dengan antibiotik, sementara masalah seksual bisa ditangani melalui terapi atau konseling. 3. **Terapi hormon dan obat-obatan** Digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi kesuburan. 4. **Teknologi reproduksi berbantu (TRB)** Seperti IVF atau injeksi sperma, yang membantu proses pembuahan secara medis. Menghapus Stigma Kesuburan Laki-Laki Masalah kesuburan sebenarnya cukup umum terjadi, namun masih jarang dibicarakan secara terbuka. Hal ini dipengaruhi oleh stigma sosial, budaya, hingga stereotip gender yang sudah lama melekat. Survei menunjukkan hanya sebagian kecil pria yang bersedia membicarakan masalah infertilitas. Namun, kini mulai banyak platform seperti podcast dan YouTube yang mengangkat topik ini secara lebih terbuka. Kabar baiknya, masalah kesuburan pada pria umumnya memiliki peluang penanganan yang lebih tinggi. Bahkan dalam kondisi tertentu, satu sperma saja sudah cukup untuk proses pembuahan melalui teknologi medis. Karena itu, meningkatkan kesadaran dan membuka ruang diskusi menjadi langkah penting agar lebih banyak pria peduli terhadap kesehatan reproduksinya. Dengan memahami kondisi tubuh sendiri, seseorang dapat mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan lebih dini. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan tentang pentingnya kesehatan kesuburan, khususnya pada laki-laki.

Baca Juga