Bahaya Tersembunyi Minum Kopi dan Teh Saat Ramadan, Bisa Picu Dehidrasi

Menu Atas

Bahaya Tersembunyi Minum Kopi dan Teh Saat Ramadan, Bisa Picu Dehidrasi

Portal Andalas
Selasa, 17 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh selama bulan Ramadan ternyata perlu diperhatikan dengan lebih bijak. Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga dari Institut Pertanian Bogor, yaitu Ali Khomsan, mengingatkan bahwa kandungan kafein dalam kedua minuman tersebut dapat memicu tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi saat seseorang menjalani ibadah puasa. Menurut Ali, kopi dikenal memiliki sifat diuretik yang cukup kuat. Artinya, minuman tersebut dapat merangsang kerja ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine. Ia menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi kopi cenderung lebih sering buang air kecil. Sementara itu, teh memang juga mengandung kafein, namun kadar kafeinnya biasanya tidak setinggi kopi, sehingga efek diuretik yang ditimbulkan tidak sekuat kopi. Ia menegaskan bahwa minum kopi atau teh saat Ramadan sebenarnya tidak langsung berdampak buruk bagi kesehatan secara umum. Meski demikian, kandungan kafein di dalamnya tetap perlu diperhatikan, terutama ketika tubuh sedang menjalani puasa dan tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang cukup lama. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Akibatnya, seseorang bisa merasa lebih lemas atau mudah kelelahan saat berpuasa. Selain berdampak pada keseimbangan cairan tubuh, kafein juga memiliki efek stimulan yang dapat membuat seseorang tetap terjaga. Pada bulan Ramadan, pola tidur biasanya sudah berubah karena adanya aktivitas sahur serta ibadah malam. Jika ditambah dengan konsumsi kafein berlebihan, kualitas tidur bisa semakin terganggu. Ali menjelaskan bahwa efek kafein yang membuat tubuh tetap terjaga dapat mengacaukan siklus istirahat. Ketika waktu tidur tidak tercukupi atau kualitasnya menurun, tubuh akan lebih mudah merasa lelah selama menjalani aktivitas sehari-hari. Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang menambahkan gula dalam jumlah cukup banyak ke dalam kopi atau teh. Konsumsi gula tambahan yang berlebihan, terutama saat berbuka puasa atau sahur, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan dengan baik. Sementara itu, terkait penggunaan susu sebagai campuran dalam kopi atau teh, Ali menilai bahwa hal tersebut tidak serta-merta menghilangkan manfaat gizi dari susu. Namun, dalam minuman seperti kopi atau teh, susu biasanya hanya berperan untuk menyeimbangkan rasa pahit, sehingga kontribusi nilai gizinya tidak terlalu dominan. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk lebih banyak memilih minuman lain yang lebih baik dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh selama Ramadan. Menurutnya, memperbanyak konsumsi air putih atau minuman yang membantu hidrasi saat sahur dan berbuka merupakan langkah yang lebih aman untuk mengurangi risiko dehidrasi selama berpuasa.

Baca Juga