Al Haris Tinjau Bandara Depati Parbo, Kerinci Siap Sambut Lebih Banyak Wisatawan

Menu Atas

Al Haris Tinjau Bandara Depati Parbo, Kerinci Siap Sambut Lebih Banyak Wisatawan

Portal Andalas
Senin, 09 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - KERINCI – Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau langsung progres pembangunan terminal baru di Bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu (7/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati Kerinci, Monadi, serta mantan Penjabat Bupati Kerinci, Asraf. Dalam peninjauan itu, gubernur melihat langsung kondisi terminal baru bandara yang dinilai telah mengalami peningkatan signifikan dan dinilai siap menunjang layanan transportasi udara bagi masyarakat Kerinci dan daerah sekitarnya. Menurut Al Haris, fasilitas yang tersedia di terminal baru Bandara Depati Parbo kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain bangunan terminal yang lebih representatif, area parkir kendaraan juga dinilai sudah tertata dengan rapi. “Alhamdulillah terminal barunya sudah cukup bagus, area parkirnya juga tertata dengan baik. Ke depan kita akan fokus mengurus perpanjangan runway bersama Bapak Bupati,” ujar Al Haris. Ia menjelaskan, pengembangan selanjutnya akan difokuskan pada perpanjangan runway atau landasan pacu bandara. Dengan runway yang lebih panjang, Bandara Depati Parbo diharapkan mampu melayani pesawat dengan ukuran lebih besar. Beberapa maskapai yang berpotensi beroperasi di bandara tersebut di antaranya Batik Air dan Citilink. Apabila rencana ini terwujud, akses penerbangan menuju Kerinci diperkirakan akan semakin terbuka dari berbagai daerah di Indonesia. Al Haris menyebutkan bahwa keberadaan bandara dengan kapasitas lebih besar akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat. Selain itu, pengembangan bandara juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Kerinci dan sekitarnya. “Walaupun nantinya penerbangan hanya dua kali dalam seminggu tidak masalah. Yang penting masyarakat Kerinci, Solok Selatan, Mukomuko hingga Merangin dapat memanfaatkan bandara ini,” katanya. Gubernur juga menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata. Wilayah ini dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam, termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat serta berbagai objek wisata pegunungan dan danau. Dengan dukungan akses transportasi udara yang lebih baik, ia optimistis jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kerinci akan terus meningkat. “Kerinci adalah branding pariwisata. Jika bandara ini berkembang dan didukung banyaknya destinasi wisata di Kerinci, saya yakin wisatawan akan semakin banyak datang,” jelasnya. Untuk merealisasikan rencana pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) saat ini sedang melakukan perhitungan kebutuhan anggaran. Perhitungan tersebut mencakup estimasi biaya pembebasan lahan yang dibutuhkan sebagai bagian dari rencana perpanjangan runway bandara. Setelah proses perhitungan selesai, hasilnya akan dibahas bersama Kementerian Perhubungan guna menentukan langkah lanjutan dalam pengembangan Bandara Depati Parbo. Al Haris menambahkan bahwa pengembangan bandara tersebut sangat penting untuk meningkatkan konektivitas Kerinci dengan berbagai daerah di luar Provinsi Jambi. Saat ini, penerbangan menuju Kerinci masih terbatas pada rute dalam provinsi, yakni dari Bandara Sultan Thaha menuju Kerinci. “Saat ini penerbangan masih terbatas dalam wilayah Provinsi Jambi, dari Bandara Sultan Thaha ke Kerinci. Padahal kita ingin menarik orang dari luar daerah untuk datang ke Kerinci, melihat potensi pertanian, wisata, dan sumber daya alam yang kita miliki. Sangat disayangkan jika potensi ini tidak didukung oleh bandara yang memadai,” tutupnya.

Baca Juga