Sejauh ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah memperoleh persetujuan pencairan dana untuk perbaikan rumah dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah penyerahan donasi ambulans dan peralatan kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3).
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada pemulihan sarana kesehatan, tetapi juga pada kesejahteraan para tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, terdapat lebih dari 3.000 tenaga kesehatan yang rumahnya terdampak bencana. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kinerja para dokter, perawat, dan bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila mereka masih harus memikirkan tempat tinggal yang rusak.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat segera disalurkan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Upaya tengah dilakukan agar para tenaga kesehatan dapat merayakan Lebaran di rumah masing-masing setelah proses perbaikan selesai. Menkes juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri atas dukungannya dalam mengoordinasikan kebutuhan tersebut di berbagai forum, termasuk di DPR dan Kementerian Keuangan.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra menegaskan bahwa tenaga kesehatan perlu mendapat prioritas agar dapat kembali fokus menjalankan tugas melayani masyarakat tanpa terbebani masalah pribadi.
Berdasarkan skema bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dana perbaikan rumah diberikan sesuai tingkat kerusakan, yaitu Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat atau hilang, atau melalui pembangunan kembali oleh Kementerian Perumahan.
Selain bantuan perbaikan rumah, tenaga kesehatan yang terdampak juga berhak menerima bantuan individu dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut meliputi uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabot rumah tangga senilai Rp3 juta, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.
Tito menegaskan bahwa data tenaga kesehatan yang terdampak harus segera disampaikan secara rinci per kabupaten kepada BNPB dan Kementerian Sosial agar proses penyaluran bantuan di lapangan dapat diprioritaskan. Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan hampir Rp900 miliar pada tahap pertama dan akan melanjutkan penyaluran pada tahap berikutnya.
Dalam kegiatan yang sama, Kementerian Kesehatan juga menerima donasi berupa 31 unit ambulans dan sejumlah peralatan kesehatan dari PT Astra International Tbk, PT Indomobil, serta Yayasan Melco Bhakti Nusa. Ambulans tersebut rencananya akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menangani krisis kesehatan. Selain itu, Kemenkes juga telah memperoleh persetujuan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar guna melengkapi kebutuhan peralatan kesehatan.
Melalui berbagai bentuk dukungan tersebut, pemerintah berharap para tenaga kesehatan di daerah terdampak dapat segera pulih secara pribadi sehingga mampu kembali memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
