Portalandalas.com - Sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menata dan membangun kawasan eks Lokalisasi Pucuk di Kelurahan Rawasari, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M turun langsung mengikuti kegiatan gotong royong bersama warga dan Forum Ketua RT (FKRT) se-Kecamatan Alam Barajo. Kegiatan tersebut dipusatkan di Jalan Saylendra RT 05, Minggu pagi (01/02/2026).
Gotong royong yang digelar serentak oleh seluruh RT di Kecamatan Alam Barajo ini menjadi bagian dari upaya transformasi sosial dan lingkungan menuju kawasan yang lebih bersih, produktif, dan memiliki citra positif. Sejak pagi, Wali Kota Jambi tampak berbaur bersama masyarakat, para Ketua RT, pengurus FKRT, serta tokoh masyarakat dalam suasana penuh semangat kebersamaan.
Fokus kegiatan meliputi pembersihan badan jalan serta normalisasi saluran drainase, sebagai langkah menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi warga sekitar.
Program gotong royong ini merupakan agenda rutin Forum RT Kota Jambi yang dilaksanakan dua kali setiap bulan secara bergilir di seluruh kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, Forum RT juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat kurang mampu yang turut berpartisipasi dalam gotong royong.
Gerakan sosial ini sejalan dengan komitmen Pemkot Jambi dalam menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan pentingnya perubahan sosial yang berkelanjutan, khususnya di kawasan Rawasari yang selama ini memiliki stigma negatif di mata publik.
“Kita ingin kawasan eks lokalisasi ini benar-benar berubah. Stigma negatif harus dihapus, diganti dengan citra positif. Perubahan sosial harus berjalan, sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang mandiri,” tegasnya.
Kehadiran Wali Kota dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan rekayasa sosial berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kawasan eks lokalisasi Pucuk akan diarahkan menjadi wilayah yang produktif sekaligus religius.
“Kami ingin UMKM ibu-ibu berkembang, tersedia sarana ibadah yang memadai, sehingga ke depan bisa rutin dilakukan kegiatan pengajian. Kawasan ini harus berubah, dari stigma negatif menjadi stigma positif,” ujarnya.
Bahkan, Wali Kota Maulana juga merencanakan pembangunan masjid bertingkat multifungsi di kawasan tersebut, dengan konsep lantai bawah sebagai pusat UMKM dan lantai atas sebagai tempat ibadah.
“Kami masih menunggu hibah lahan. Insya Allah, saya bersama keluarga dan istri akan berwakaf untuk pembangunan masjid di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kedisiplinan, solidaritas, dan kepedulian sosial warga.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan dua kali dalam sebulan. Kami turun langsung ke kecamatan bersama forum kecamatan dan kelurahan, menggerakkan RT serta masyarakat untuk gotong royong serentak,” jelasnya.
Selain memantau kondisi lingkungan dan infrastruktur jalan untuk dilaporkan langsung kepada Wali Kota, Forum RT juga menjalankan program sedekah beras dari seluruh pengurus.
“Sebanyak 36 pengurus Forum RT Kota Jambi menyisihkan sedekah beras. Kami kumpulkan lalu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan syarat ikut gotong royong dan patuh pada Ketua RT,” tambahnya.
Kegiatan gotong royong serentak ini akan terus digelar secara bergilir. Setelah Kecamatan Alam Barajo, agenda berikutnya direncanakan berlangsung di Kecamatan Jambi Selatan, sekaligus menjadi media sosialisasi Program Kampung Bahagia yang mengalokasikan anggaran hingga Rp100 juta per RT.
Melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan FKRT, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya gotong royong, pemberdayaan ekonomi warga, serta pembinaan sosial dan keagamaan sebagai fondasi utama mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang bersih, aman, religius, dan sejahtera.

