Tragedi Anak di Ngada Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak di Indonesia

Menu Atas

Tragedi Anak di Ngada Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak di Indonesia

Portal Andalas
Sabtu, 07 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Di Ngada, Nusa Tenggara Timur, duka mendalam menyelimuti keluarga dan komunitas setempat. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar meninggal dunia di usia yang begitu belia. Kepergiannya meninggalkan luka dan kehampaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya berhenti pada aturan dan kebijakan di atas kertas. “Setiap anak adalah harapan. Setiap tragedi menjadi pengingat bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) harus benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat keluarga dan komunitas,” ujar Arifah Fauzi, Kamis (5/2/2026). Arifah menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, ruang yang aman, serta perlindungan yang tulus dan nyata. Menurutnya, regulasi tanpa implementasi yang dirasakan langsung oleh anak tidak akan bermakna. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meniru atau menyebarluaskan informasi terkait bunuh diri. Bagi siapa pun yang sedang mengalami tekanan batin atau pikiran gelap, ia mengimbau untuk segera mencari bantuan melalui psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental. Di balik suasana duka, tersimpan sebuah seruan moral: mari bergandengan tangan, dari pemerintah hingga keluarga. Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan penuh harapan. Karena setiap anak adalah cahaya, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap bersinar, tidak pernah padam.

Baca Juga