Portalandalas.com - Kita sering mendengar anggapan bahwa kalau ingin menurunkan berat badan, asupan protein harus ditingkatkan. Alasannya, protein membantu tubuh lebih bertenaga, memperlancar metabolisme sehingga pembakaran kalori lebih optimal, serta menekan rasa lapar agar diet lebih mudah dijalani.
Namun, apa pun yang dikonsumsi secara berlebihan tetap tidak baik untuk tubuh—termasuk protein. Dalam jangka panjang, asupan protein yang terlalu tinggi justru bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan kanker.
Dampak Konsumsi Protein Berlebihan
Berikut lima efek samping yang bisa muncul jika tubuh terlalu banyak menerima protein:
1. Lebih sering buang air kecil
Jika belakangan kamu merasa jadi lebih sering ke kamar mandi, bisa jadi itu akibat konsumsi protein berlebih. Ginjal harus bekerja ekstra untuk memproses protein, sehingga produksi urine meningkat.
Penelitian tahun 2019 dalam jurnal Nefrologia juga menyebutkan bahwa kelebihan protein dapat membuat kondisi tubuh lebih asam, yang bukan hanya memicu sering buang air kecil, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah pada tulang dan fungsi hati.
2. Mood mudah berubah
Studi Lifestyle Genomics (2018) menemukan bahwa pola makan tinggi protein namun rendah lemak bisa memicu gangguan suasana hati, bahkan meningkatkan risiko depresi.
Jika ditambah dengan rendahnya asupan karbohidrat, seseorang juga lebih rentan mengalami kecemasan, stres, dan depresi. Hal ini terjadi karena karbohidrat berperan dalam pelepasan serotonin—hormon yang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia.
Karena itu, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak sangat penting untuk kesehatan mental dan keberhasilan diet.
3. Berat badan justru bertambah
Protein memang berperan penting dalam program diet, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa berdampak sebaliknya.
Orang yang terlalu fokus pada protein biasanya mengurangi karbohidrat dan lemak secara drastis, sehingga tubuh kekurangan energi. Akibatnya, muncul keinginan makan berlebihan (craving) dan kemampuan berolahraga menurun, yang akhirnya membuat kalori masuk lebih banyak daripada yang dibakar.
4. Mudah lelah
Sudah cukup tidur tapi tetap merasa lemas? Bisa jadi penyebabnya adalah pola makan tinggi protein.
Selain membebani ginjal, hati, dan tulang, diet tinggi protein yang rendah karbohidrat juga berdampak pada fungsi otak. Tubuh kehilangan sumber energi utama, sehingga konsentrasi menurun dan stamina cepat habis. Kombinasi ini membuat rasa lelah muncul terus-menerus.
5. Bau mulut
Asupan protein berlebih juga bisa menyebabkan bau mulut. Saat tubuh mencerna protein dalam jumlah besar, akan terbentuk senyawa keton yang aromanya mirip aseton. Inilah yang membuat napas menjadi tidak sedap.
Intinya, protein memang penting, tapi tetap harus dikonsumsi dalam jumlah seimbang. Pola makan yang sehat bukan soal memperbanyak satu jenis nutrisi, melainkan menjaga keseimbangan antara protein, karbohidrat, lemak, serat, dan mikronutrien agar tubuh tetap sehat dan diet berjalan efektif 🌱

