Program MBG Disorot! Puluhan Siswa Jatuh Sakit, Investigasi Besar Dimulai

Menu Atas

Program MBG Disorot! Puluhan Siswa Jatuh Sakit, Investigasi Besar Dimulai

Portal Andalas
Minggu, 01 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Gubernur Jambi, Al Haris, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Muaro Jambi, Jumat (30/1/2026). Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG langsung mengambil langkah cepat, salah satunya dengan menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan. Al Haris menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Seluruh aktivitas dapur MBG yang diduga terkait kejadian itu untuk sementara waktu dihentikan hingga hasil pemeriksaan dari tim berwenang menyatakan kondisi benar-benar aman. “Investigasi masih berjalan. Operasional dapur akan dievaluasi dan dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan selesai dan dinyatakan aman oleh tim terkait,” kata Al Haris, Jumat sore. Sementara itu, tim Satgas percepatan MBG Provinsi Jambi telah diterjunkan langsung ke lokasi. Salah satu anggota Satgas, Johansyah, membenarkan adanya laporan dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) di SPPG Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, yang terjadi pada 30 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa pendataan terhadap jumlah siswa terdampak masih terus dilakukan. Sementara itu, sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diamankan dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Muaro Jambi untuk dilakukan pengujian serta observasi lanjutan. “Data korban masih dalam proses pendataan. Satgas sedang melakukan investigasi, dan sampel makanan sudah diserahkan ke Dinkes Muaro Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Sebagai langkah antisipatif, penghentian sementara operasional dapur dilakukan guna memperlancar proses penyelidikan sekaligus mencegah potensi kejadian serupa. Selain itu, Satgas MBG di tingkat kabupaten dan kota diminta memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program. Ke depan, pengawasan dan evaluasi program MBG akan dikoordinasikan oleh Satgas kabupaten/kota bersama Kepala Regional BGN Provinsi Jambi serta koordinator wilayah di masing-masing daerah. Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa hasil investigasi ini akan menjadi dasar perbaikan sistem pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca Juga