Portalandalas.com - Memasuki sepuluh hari awal bulan puasa, biasanya anak-anak sudah mulai menyesuaikan diri dengan pola aktivitas barunya, ya, Ma. Mereka perlahan terbiasa bangun sahur, menahan lapar dan haus, hingga menunggu waktu berbuka. Namun, tantangan terbesar kerap muncul ketika cuaca sedang terik. Rasa gerah membuat mereka tergoda untuk bermain air, apalagi berenang yang memang menyenangkan.
Sebagai orangtua, tentu wajar jika Mama merasa ragu dan mulai bertanya-tanya mengenai hukumnya serta dampaknya bagi si kecil. Sebenarnya, bolehkah berenang saat sedang menjalani ibadah puasa?
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap yang bisa menjadi panduan bagi Mama untuk mengajarkan anak tentang apa saja yang diperbolehkan dan sebaiknya dihindari selama berpuasa.
1. Hukum berenang saat puasa
Secara umum, para ulama menyatakan bahwa berenang ketika berpuasa hukumnya boleh atau mubah. Aktivitas ini termasuk olahraga yang menyehatkan dan tidak otomatis membatalkan puasa, selama dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Meski demikian, Mama tetap perlu memberikan pemahaman kepada anak tentang batasannya. Dalam mazhab Imam Syafi'i, puasa dapat batal apabila ada sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh seperti mulut, hidung, atau telinga dengan sengaja.
Artinya, jika anak ingin berenang saat berpuasa, ia harus benar-benar menjaga agar air tidak tertelan atau tidak masuk ke hidung. Kedisiplinan dan kontrol diri menjadi hal yang sangat penting.
Apabila anak sudah cukup besar dan mampu berhati-hati, berenang tetap diperbolehkan. Namun, jika ia masih sering tidak sengaja kemasukan air, belum mahir berenang, atau gemar bermain air secara berlebihan hingga berisiko menelan air, sebaiknya kegiatan ini ditunda dulu sampai waktu berbuka tiba.
2. Risiko kelelahan setelah berenang
Selain mempertimbangkan hukum, Mama juga perlu melihat dari sisi kesehatan anak. Walaupun secara syariat diperbolehkan, berenang tetap termasuk aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga.
Saat berpuasa, anak tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Kondisi ini membuat risiko kelelahan dan dehidrasi menjadi lebih besar dibanding hari biasa.
Anak-anak umumnya sulit membatasi diri ketika sedang asyik bermain. Saat sudah berada di kolam renang, mereka cenderung terus bergerak aktif tanpa menyadari energi yang terkuras. Akibatnya, stamina bisa menurun drastis sebelum waktu berbuka.
Jika hanya ingin sekadar berenang santai, Mama bisa mengatur durasinya agar tidak terlalu lama. Pastikan pula saat sahur anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan minum air yang cukup agar daya tahannya tetap terjaga sepanjang hari.
Apabila selama berenang anak mulai terlihat lemas, pucat, atau mengeluh pusing, segera hentikan aktivitas tersebut dan ajak ia beristirahat. Kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
3. Tips aman berenang saat puasa
Jadi, apakah berenang saat puasa diperbolehkan? Jawabannya ya, dengan catatan dilakukan secara bijak dan penuh kehati-hatian.
Jika Mama memutuskan untuk mengizinkan anak berenang, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan agar puasanya tetap aman dan lancar.
Pertama, pilih waktu yang mendekati berbuka puasa. Dengan begitu, jika anak merasa haus atau lelah setelah berenang, ia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk minum dan makan.
Kedua, ajarkan anak agar tidak menahan napas terlalu lama di dalam air atau menyelam jika belum benar-benar mahir. Menyelam tanpa kontrol bisa memicu refleks menelan air. Sebaiknya, anak berenang dengan kepala tetap berada di atas permukaan air bila belum terbiasa.
Ketiga, batasi durasi berenang dan ingatkan anak agar tidak memaksakan diri. Begitu merasa lelah, segera naik ke darat dan beristirahat. Setelah selesai, ajak anak mandi dan bersiap menyambut waktu berbuka.
Pada akhirnya, keputusan mengizinkan atau tidak anak berenang saat puasa kembali pada kebijaksanaan masing-masing orangtua. Setiap anak memiliki kondisi fisik dan tingkat kedewasaan yang berbeda.
Hal terpenting adalah memastikan kesehatan dan keselamatan anak tetap terjaga, serta ibadah puasanya berjalan sah dan lancar. Dengan pendampingan dan arahan yang tepat, anak bisa belajar memahami batasan sekaligus menikmati masa kecilnya dengan tetap berpuasa. Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

