Portalandalas.com - Berbuka puasa saat Ramadan hampir selalu identik dengan kurma. Hal ini bukan tanpa alasan, karena dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memulai berbuka dengan buah kurma. Tak heran jika banyak umat Muslim menjadikannya menu wajib saat azan Maghrib berkumandang. Biasanya, kurma dikonsumsi dalam jumlah ganjil, mulai dari satu, tiga, lima, bahkan ada pula yang memilih tujuh butir saat berbuka.
Dalam ajaran Islam sendiri sebenarnya tidak ada batasan khusus atau larangan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah tertentu. Namun, mungkin kamu pernah bertanya-tanya, sebenarnya berapa banyak kurma yang aman dimakan dalam sehari? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Ukurannya kecil, tapi kandungan nutrisinya melimpah
Jika dibandingkan dengan buah lain, ukuran kurma memang relatif kecil. Meski begitu, jangan remehkan kandungan gizinya. Kurma termasuk buah yang kaya nutrisi dan sangat baik untuk kesehatan.
Dikutip dari Healthline, kurma jenis medjool dengan berat sekitar 100 gram mengandung kurang lebih 7 gram serat. Artinya, jika kamu mengonsumsi tiga butir kurma, kebutuhan serat harian yang direkomendasikan sekitar 25–30 gram hampir terpenuhi sebagian besarnya.
Bagi orang yang sedang berpuasa, risiko sembelit cukup tinggi karena perubahan pola makan dan minum. Konsumsi kurma dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan berkat kandungan seratnya. Selain itu, serat dalam kurma juga berperan dalam membantu mengontrol kadar gula darah agar tidak melonjak drastis setelah makan.
Tak hanya tinggi serat, kurma juga mengandung vitamin B6 yang penting bagi fungsi otak dan sistem saraf. Buah ini pun kaya antioksidan, termasuk flavonoid, yang diketahui membantu melawan peradangan dalam tubuh.
2. Berapa batas aman konsumsi kurma per hari?
Seperti yang telah disebutkan, tidak ada aturan baku mengenai jumlah kurma yang boleh dimakan setiap hari. Tradisi mengonsumsi dalam jumlah ganjil lebih bersifat anjuran sunnah, bukan batas maksimal.
Lalu, secara kesehatan, berapa jumlah yang disarankan? Mengacu pada Medicinet, konsumsi kurma yang dianjurkan adalah sekitar satu genggam tangan atau kurang lebih 100 gram per hari.
Meski demikian, jumlah ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatannya. Misalnya, bagi penderita diabetes dengan kadar gula darah yang stabil, sebaiknya membatasi konsumsi hanya satu hingga dua butir per hari. Hal ini karena kurma mengandung gula alami yang cukup tinggi. Dalam 100 gram kurma, kandungan gula bisa mencapai sekitar 64 gram. Selain itu, kurma juga cukup tinggi kalori, sehingga jika dikonsumsi berlebihan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan yang kurang baik bagi penderita diabetes.
3. Kapan waktu terbaik makan kurma?
Kurma memang bisa dinikmati kapan saja, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika dikonsumsi pada waktu yang tepat. Healthline menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk mengonsumsi kurma adalah saat sarapan dan ketika perut terasa lapar.
Kandungan seratnya yang tinggi membuat proses pencernaan berlangsung lebih lama, sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama pula. Karena itu, kurma cocok dijadikan menu pembuka di pagi hari atau sebagai camilan sehat di sela aktivitas.
Selain itu, kurma juga baik dikonsumsi sekitar 30–40 menit sebelum berolahraga. Alasannya, kurma mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Karbohidrat tersebut akan diolah tubuh menjadi energi, sehingga membantu menjaga stamina selama beraktivitas fisik, bahkan setelah sesi olahraga selesai.
Tak banyak yang menyadari bahwa di balik bentuknya yang mungil, kurma menyimpan beragam nutrisi penting bagi tubuh. Dengan kandungan serat, vitamin, antioksidan, serta energi yang dimilikinya, wajar jika Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memulai berbuka puasa dengan buah yang satu ini.

