Portalandalas.com - Kondisi air sungai di kawasan perbatasan Kabupaten Kerinci dan Bangko (Kabupaten Merangin), khususnya di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin, dilaporkan mengalami kekeruhan ekstrem. Sejak awal tahun 2026 hingga beberapa hari terakhir, air sungai terlihat pekat dan tercemar berat.
Kuat dugaan, pencemaran ini dipicu oleh kembali maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah perbatasan tersebut. Sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi tambang ilegal berada di sekitar Desa Perentak dan Simpang Parit.
Material limbah hasil penyedotan emas diduga langsung dibuang ke badan sungai tanpa proses pengolahan, sehingga menyebabkan penurunan kualitas air secara signifikan. Kondisi ini tidak hanya mengancam ekosistem sungai, tetapi juga membahayakan kebutuhan air masyarakat yang berada di wilayah hilir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Explorenews.co.id, Kamis (5/2/2026), sekitar 18 unit alat berat dilaporkan telah masuk ke kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk menunjang aktivitas PETI tersebut.
Aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah ini sejatinya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum sempat melakukan operasi penertiban hingga penangkapan terhadap para pelaku. Namun, praktik serupa kembali muncul dan terkesan terus berulang.
Ironisnya, aktivitas ini berlangsung di tengah kondisi sejumlah daerah di Sumatra yang tengah dilanda bencana banjir akibat kerusakan hutan. Padahal, Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam perlindungan lingkungan serta penegakan hukum terhadap segala bentuk perusakan alam.
Kembalinya alat berat ke kawasan hutan lindung dan TNKS dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap upaya pelestarian lingkungan, sekaligus berpotensi memperbesar risiko bencana ekologis di masa depan.
Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum, pihak BBTNKS, serta Polisi Kehutanan (Polhut) segera mengambil langkah tegas dan serius untuk menghentikan aktivitas PETI, serta menindak para pihak yang terlibat, demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.

