Jangan Nekat! Tumisan Sayur dengan Ciri Ini Bisa Picu Sakit Perut Parah

Menu Atas

Jangan Nekat! Tumisan Sayur dengan Ciri Ini Bisa Picu Sakit Perut Parah

Portal Andalas
Sabtu, 07 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Tumisan sayur termasuk jenis masakan yang cepat rusak karena kandungan air, minyak, dan bumbu di dalamnya mudah mengalami perubahan jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Tanda-tanda tumisan yang sudah tidak layak dikonsumsi umumnya terlihat dari perubahan aroma, rasa, warna, hingga tekstur. Tumisan basi biasanya mengeluarkan bau asam atau busuk, sayurannya menjadi lembek dan berlendir, kuah tampak keruh bahkan berbuih, serta rasanya berubah menjadi asam atau pahit. Kondisi tersebut menandakan adanya aktivitas bakteri dan jamur pada makanan. Jika tetap dikonsumsi, tumisan basi berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Oleh sebab itu, penyimpanan tumisan harus dilakukan dengan benar, dan makanan sebaiknya tidak dikonsumsi apabila sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Ciri Tumisan Sayur yang Sudah Basi 1. Bau Tidak Sedap Tumisan segar biasanya beraroma gurih dan harum. Jika sudah basi, baunya berubah menjadi asam, busuk, atau menyengat. 2. Tekstur Berubah Sayuran menjadi terlalu lembek, hancur, dan tidak lagi segar. Kuah (jika ada) terlihat keruh, lebih kental, atau tampak berminyak berlebihan. 3. Muncul Lendir Lapisan licin atau lendir sering muncul di permukaan sayur maupun kuah akibat penyimpanan terlalu lama. 4. Warna Tidak Normal Warna tumisan tampak kusam, menggelap kehijauan, atau kecokelatan. Kadang muncul bercak putih atau hitam sebagai tanda jamur. 5. Rasa Asam atau Pahit Saat dicicipi, rasa tidak lagi gurih, melainkan asam atau pahit akibat proses pembusukan. 6. Ada Buih atau Gelembung Pada tumisan berkuah, muncul buih atau gelembung kecil yang menandakan proses fermentasi. Tumisan sayur dengan ciri-ciri tersebut sebaiknya langsung dibuang karena berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

Baca Juga