Ingin Pahala Berlipat? Amalkan 4 Sunah Ini Selama Ramadan

Menu Atas

Ingin Pahala Berlipat? Amalkan 4 Sunah Ini Selama Ramadan

Portal Andalas
Jumat, 27 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Bagi kaum Muslim, bulan Ramadan mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Pada bulan inilah keberkahan dilimpahkan, sekaligus menjadi peluang besar untuk memperbaiki kualitas ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak hanya berburu pahala yang dilipatgandakan, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk kembali menghidupkan berbagai sunah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Merujuk pada keterangan yang dimuat di situs resmi Nahdlatul Ulama (islam.nu.or.id), Rabu (25/2/2026), mengamalkan sunah Rasulullah selama Ramadan bukan semata-mata demi meraih ganjaran berlipat. Lebih dari itu, praktik tersebut menjadi jalan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di dalam hati setiap Muslim. Setidaknya ada empat sunah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan selama bulan Ramadan. Berikut penjelasannya. 1. Tadarus Al-Qur’an Salah satu amalan sunah yang utama di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Qur’an, yakni membaca, memahami, sekaligus berupaya mengamalkan isi kandungannya. Anjuran ini memiliki dasar kuat dari kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidup beliau. Dalam riwayat Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa setiap malam di bulan Ramadan, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW untuk membacakan Al-Qur’an kepadanya. “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya paling tampak pada bulan Ramadan ketika beliau bertemu Malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam Ramadan dan membacakan Al-Qur’an kepadanya. Sungguh Rasulullah SAW lebih pemurah dalam kebaikan daripada angin yang berembus,” (HR. Muhammad al-Bukhari). 2. Memperbanyak Sedekah untuk Menjauhkan Diri dari Api Neraka Selain tadarus, memperbanyak sedekah juga termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan di bulan suci. Salah satu keutamaannya adalah menjadi sebab dijauhkannya seseorang dari api neraka. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Lindungilah diri kalian dari api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebutir kurma. Jika tidak mampu, maka dengan berkata baik,” (HR. Muhammad al-Bukhari). Dalam riwayat lain, Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang waktu sedekah yang paling utama. Beliau menjawab, “Sedekah di bulan Ramadan,” (HR. Al-Tirmidzi). 3. Konsisten Melaksanakan Salat Tarawih Keistimewaan lain Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya adalah adanya salat sunah tarawih yang dikerjakan setelah salat Isya. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menunaikan ibadah ini, meskipun tidak mewajibkannya. Salah satu keutamaan salat tarawih adalah memperoleh ampunan dari Allah SWT. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melaksanakan salat pada malam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Muslim ibn al-Hajjaj). 4. Rutin Menunaikan Salat Duha Menjalankan salat duha secara konsisten juga termasuk upaya menghidupkan sunah Nabi selama Ramadan. Membiasakan diri menunaikannya di bulan suci diyakini dapat melatih keistiqamahan sehingga amalan tersebut terus terjaga pada bulan-bulan berikutnya. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan tiga wasiat kepadanya: “Kekasihku (Nabi Muhammad) berwasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga wafat: puasa tiga hari setiap bulan, salat duha, dan tidur setelah menunaikan salat witir,” (HR. Muhammad al-Bukhari). Dengan menghidupkan sunah-sunah tersebut, Ramadan tidak hanya menjadi bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat iman, memperbanyak amal, serta mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga