Aksi Panas di Depan Kantor Pemerintah, Massa Soroti Banyak Masalah Kota

Menu Atas

Aksi Panas di Depan Kantor Pemerintah, Massa Soroti Banyak Masalah Kota

Portal Andalas
Kamis, 26 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Selasa (25/2), digelar aksi sebagai bentuk refleksi dan evaluasi atas satu tahun masa kepemimpinan Maulana dan Diza. Kegiatan tersebut diwarnai dengan pemasangan spanduk besar bertuliskan, “1 Tahun Kota Jambi Sengsara di Bawah Kepemimpinan Maulana–Diza.” Dalam orasi yang disampaikan, massa melontarkan kritik tajam namun sistematis terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Mereka menilai selama satu tahun kepemimpinan belum terlihat perubahan yang berarti bagi masyarakat secara luas. Salah satu spanduk yang dibentangkan di depan kantor pemerintahan bahkan memuat tulisan, “Kota Jambi bahagia untuk investor, pengusaha, dan pejabat, namun rakyatnya sengsara.” Mahasiswa juga menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dianggap belum ditangani secara menyeluruh, seperti kondisi kebersihan kota yang dinilai menurun, fasilitas ruang publik yang kurang nyaman, hingga situasi keamanan yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman. Masalah kemacetan dan maraknya parkir liar di sejumlah titik strategis turut disebut sebagai gambaran lemahnya penataan kota. Selain itu, banjir yang masih sering terjadi serta banyaknya jalan berlubang dinilai menjadi indikasi bahwa pembangunan infrastruktur belum berjalan efektif dan berkelanjutan. Massa juga menyinggung adanya sejumlah proyek yang dianggap tidak tepat sasaran serta kurang transparan. Di bidang pelayanan publik, mahasiswa menilai pemerintah belum cukup responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi publik disebut belum menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Program-program yang dijalankan pun dinilai belum terarah dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan nyata warga. Aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengamanan aparat. Para demonstran mendesak Pemerintah Kota Jambi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja selama satu tahun terakhir sekaligus membuka ruang dialog yang transparan dan partisipatif. Hingga aksi berakhir, pihak Pemerintah Kota Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa.

Baca Juga